Berita

FOTO:NET

Kesehatan

Kontrasepsi IUD dan Implan Lebih Praktis dan Efektif

SELASA, 03 JUNI 2014 | 18:56 WIB | LAPORAN:

Kontrasepsi begitu penting untuk meningkatkan kualitas hidup para wanita dan keluarganya. Dengan kontrasepsi bukan hanya akan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, namun juga mengurangi jumlah aborsi.
 
Tak hanya itu, penggunaan kontrasepsi dapat membantu mengatur pendapatan keluarga dengan menjarangkan kehamilan dan membuka jalan bagi kaum wanita untuk bekerja.
 
"Alat kontrasepsi juga terbukti menurunkan angka kematian ibu dan bayi lebih rendah dengan menjaga jarak kelahiran dan menentukan jumlah anak yang akan dilahirkan. Saat ini jumlah kematian ibu di Indonesia masih tertinggi se-ASEAN," kata anggota Dewan Kontrasepsi Asia Pasifik (Asia Pacific Council on Contraception), Prof. Biran Affandi, Sp.OG, saat dihubungi di Jakarta (Selasa, 3/6).
 

 
Dari sekian banyak kontrasepsi yang tersedia sekarang ini, pilihan kontrasepsi wanita bisa berbeda keefektivitasannya berdasarkan umur.

"Pada dasarnya semua kontrasepsi bisa dipakai semua orang tergantung kebutuhannya," katanya.
 
Menurutnya, penggunaan kontrasepsi jangka panjang seperti IUD, implant, vasektomi dan tubektomi harus lebih banyak digalakkan. Kontrasepsi yang bersifat jangka panjang ini adalah kebutuhan utama untuk menekan laju pertambahan penduduk.
Dibandingkan dengan pil atau suntik, alat kontrasepsi jangka panjang seperti IUD atau implan memang kalah populer. Menurut data BKKBN saat ini jenis kontrasepsi yang paling banyak dipilih adalah KB suntik (48,2 persen) dan pil 27,9 persen.
 
"Padahal, kontrasepsi jangka panjang sangat dianjurkan untuk mereka yang ingin menjarangkan kehamilan atau tidak ingin menambah jumlah anak lagi. Kontrasepsi ini praktis dan memiliki efektivitas cukup tinggi," katanya.
 
Mengenai kontrasepsi implan, saat ini sudah tersedia implan dalam bentuk satu batang sehingga lebih praktis. Kontrasepsi berbentuk batang berukuran kurang dari 3 cm ini akan dimasukkan ke kulit bagian dalam lengan untuk mencegah kehamilan selama tiga tahun.
 
"Jika diimplankan secara benar, metode kontrasepsi implan ini memiliki efektivitas sampai 99 persen dengan tingkat kegagalan hanya 1 dari 100 wanita yang menggunakannya," paparnya.
 
Menurutnya, implant alat kontrasepsi yang praktis dan efektif. Dengan implan tidak ada lagi faktor lupa dan sangat cocok untuk wanita yang tak bisa menerima asupan hormon esterogen tambahan. Alat kontrasepsi implan satu batang sama efektif dengan IUD atau spiral.
 
"Ini adalah salah satu metode kontrasepsi efektif jangka panjang, implant efektif mencegah kehamilan selama tiga tahun. Tingkat kegagalan lebih sedikit dibanding IUD. Sementara alat KB berupa pil dan suntikan sifatnya jangka pendek dan kerap gagal, karena faktor lupa," ungkapnya.
 
Penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang juga lazim dipergunakan di negara lain, mengacu data National Survey of Family Growth yang dirilis beberapa waktu lalu, para peneliti menemukan, sekitar 60 persen wanita Amerika Serikat (AS) menggunakan metode kontrasepsi yang efektif.
 
Sebuah studi baru bertajuk “Effectiveness of Long-Acting Reversible Contraception” oleh Winner et al, di New England Journal of Medicine. Studi tersebut menyebutkan, sekitar 50 persen dari kehamilan yang tidak diinginkan di AS akibat pemilihan kontrasepsi yang tidak konsisten dan tidak benar.
 
Para peneliti juga mencatat, bahwa penggunaan kontrasepsi jangka panjang reversibel (Long-Acting Reversible Contraception/LARC), seperti implant atau IUD, jauh lebih umum di negara-negara maju selain AS.
 
Pemerintah Indonesia dalam hal ini, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) juga melihat efektivitas kontrasepsi jangka panjang, seperti implant satu batang efektif dibandingan dengan alat kontrasepsi lain yang sama-sama punya metodologi jangka panjang seperti IUD atau spiral. Selain lebih efektif, implant satu batang proses pemasangannya lebih mudah. Oleh karena itu tahun 2013 lalu, implan satu batang dapat dinikmati oleh 10 provinsi penyangga.[wid]
 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya