foto:net
foto:net
Menurut Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih, penurunan ini disebabkan oleh tingginya indeks yang dibayar oleh petani pangan daripada indeks yang diterimanya. Sebenarnya ada kenaikan indeks yang diterima petani, baik karena terjadi kenaikan harga gabah petani maupun kenaikan upah buruh tani. Namun BPS mencatat kenaikan indeks yang dibayar untuk membeli seluruh elemen konsumsi menyebabkan hasil penjualan gabah petani dan kenaikan harga upah buruh tani tidak bisa mengangkat kesejateraan mereka.
"Tercakup didalam indeks yang harus dibayar petani adalah biaya produksi pertanian. Oleh karena itu kelangkaan pupuk yang menyebabkan kenaikan harga pupuk tentunya membuat biaya produksi pertanian meningkat," kata Henry dalam rilisnya, Selasa (3/6).
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Senin, 27 April 2026 | 03:59
UPDATE
Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02
Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00
Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28
Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20
Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01
Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42
Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19
Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00
Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32
Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06