Berita

susilo bambang yudhoyono

KOALISI PILPRES 2014

Denny JA: Masa Depan Demokrat Tergantung Kejernihan Hati SBY

MINGGU, 01 JUNI 2014 | 12:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bila Partai Demokrat memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, maka partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu akan mengalami kekalahan telak dengan skor 1-3.

Begitu analisa pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang disampaikannya kepada redaksi beberapa saat lalu dan juga dipancarluaskan melalui akun @DennyJA_World.

Menurut Denny JA, dari survei yang dilakukan LSI bulan Mei 2014, terlihat bahwa pemilih Demokrat lebih banyak yang mendukung Joko Widodo dan Jusuf Kalla dibandingkan yang mendukung Prabow-Hatta.


"Sebesar 33,53 persen pemilih Demokrat memilih Jokowi-JK. Hanya 22,05 persen yang ke Prabwo-Hatta. Jika demokrat ke Prabwo-Hatta akan lebih banyak pemilihnya yang kecewa ketimbang yang senang," ujar Denny JA.

Selain itu, sambungnya, di kalangan elit Demokrat banyak aktivis dan intelektual muda yang sejak awal sulit menerima Prabowo. Dengan demikian dukungan resmi Demokrat kepada Prabowo membuat posisi intelektual dan aktivis itu sulit.

"Civil society akan kritis pada mereka. Sangat mungkin dukungan Demokrat pada prabow akan membuat aktivis dan intelektual muda itu ramai-ramai meninggalkan Demokrat," sambungnya.

Denny JA mengatakan, dirinya mengenal beberapa nama aktivis Demokrat yang sudah menyatakan akan keluar dari Demokrat jika Demokrat mendukung Prabowo-Hatta.

Kerugian ketiga, sambungnya, memihak di injury time itu justru semakin menunjukkan karakter SBY yang lambat mengambil keputusan dan peragu.

Sementara itu, hanya ada satu keuntungan Demokrat bila mendukung Prabowo-Hatta, yakni tidak terkesan sendirian menjadi penonton.

"Memang agak prihatin juga melihat partai terbesar lima tahun lalu kini hanya menjadi penonton, sendirian dan kesepian. Jika Prabwo-Hatta menang, mungkin SBY dan Demokrat ikut punya kontribusi dalam pemerintahan baru. Tapi jika kalah bagaimana?" Denny JA bertanya.

Pada bagian akhir, Denny JA mengatakan, masa depan Demokrat dan dukungan partai itu tergantung pada kejernihan hati SBY dalam mengambil keputusan sore ini.

"Saya hanya memberikan data dan menyampaikan konsekuensinya," demikian Denny JA yang pada tahun 2004 dan 2009 bekerja untuk kemenangan SBY. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya