Berita

ilustrasi/net

Akhirnya Perang Baratayudha Jadi Pilihan yang Harus Dilalui

SABTU, 31 MEI 2014 | 10:46 WIB | OLEH: HARIS RUSLY MOTI

PERANG saudara atau baratayudha antara putra Pandu, atau sering disebut Pandawa Lima, dengan anak-anak nya Destarata atau Kurawa (wangsa Kuru), tak terhindarkan akibat ditimbunnya benih perpecahan di dalam tubuh keluarga Hastinapura.

Operasi perang fikiran dan adu domba yang dilakukan oleh Sangkuni sangat efektif dan berhasil membelah keluarga kerajaan Hastinapura menjadi dua faksi besar.

Api permusuhan dan ketamakan yang ditanamkan Sangkuni ke dalam jiwa anak-anak Destarata, seperti Duryodhono untuk melawan dan menghabisi Pandawa Lima telah membara dan mendidih.


Ketika benih-benih perpecahan, ketamakan, pengkhianatan telah berhasil ditanamkan ke dalam jiwa-jiwa para pengeran Hastinapura, menjalar bagaikan wabah penyakit, maka jalan memusnahkan wabah tersebut tak bisa lagi dengan cara-cara terapi dan penyadaran.

Bheesma Putra Gangga, tokoh khariamatik dan sakti, yang dikisahkan sangat berkuasa walaupun tak berposisi sebagai raja, tak sanggup mencegah mewabah dan membaranya api ketamakan dan permusuhan yang ditanamkan Sangkuni di dalam jiwa para Kurawa untuk menghabisi Pandawa.

Baratayudha pada akhirnya adalah pilihan yang tak terhindarkan untuk membasmi wabah perpecahan, mental korup dan jiwa pengkhianat di dalam tubuh kerajaan. Baratyudha adalah pilihan satu-satunya untuk mensucikan kembali kerajaan dari nilai-nilai keserakan, permusuhan dan perpecahan.

Dalam konteks menghadapi keadaan reformasi yang kacau balau dan Pilpres 2014, baratayudha adalah pilihan yang tak terhindarkan untuk membasmi generasi yang bermental Kurawa yang menjunjung tinggi keserakahan dan perpecahan.

Baratyudha adalah pilihan pasti untuk melahirkan kembali generasi baru yg bermental Pandawa dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila; Ketuhanan, Kemanusian, Persatuan dan Kebersamaan, Musyawarah dan Keadilan Sosial.[***]

Penulis adalah Koordinator Petisi 28


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya