Berita

Dewi Motik Pramono/net

Politik

Kabinet Mendatang Harus Banyak Diisi Kalangan Profesional

KAMIS, 29 MEI 2014 | 14:40 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kabinet pemerintahan mendatang diharapkan harus lebih banyak diisi oleh para profesional, bukan politisi dari partai politik.

"Kita tidak ingin lagi melihat ada satu kabinet yang penuh dengan orang-orang partai yang tidak profesional dan hanya memikirkan kepentingan partai bukan rakyat," kata Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dewi Motik Pramono dilansir dari Antara (Kamis, 29/5).

Menurut dia pejabat pemerintahan dari kalangan profesionan akan lebih bisa berkonsentrasi untuk mengurus negara karena tidak harus memikirkan mencari dana untuk partai.


"Taruhlah orang yang tepat di tempat yang tepat," tambahnya.

Dewi Motik juga meminta para capres dan cawapres harus memperhitungkan suara perempuan agar dapat terpilih memimpin Indonesia di Pilpres 9 Juli mendatang.

"Lebih dari 50 persen populasi di Indonesia adalah perempuan. Sudah seharusnya calon presiden dan wakil presiden mempertimbangkan faktor ini," katanya, sambil menambahkan organisasi yang dipimpinnya tidak akan masuk ke ranah politik dengan mendeklarasikan dukungan untuk pasangan tertentu.

Ada dua pasangan capres yang akan berkompetisi memperebutkan suara rakyat, yakni Joko Widodo- Jusuf Kalla yang diusung koalisi PDIP, Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI. Letjen (Purn) Prabowo Subianto-Hatta Radjasa yang diusung Gerindra, PAN, Golkar, PPP, PKS dan PBB. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya