Berita

marzuki alie/net

Marzuki Ingatkan Jokowi Jangan Paksakan ERP

KAMIS, 29 MEI 2014 | 13:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo diingatkan untuk mempertimbangkan kembali rencananya menerapkan Electronic Road Pricing (ERP) atau sistem jalan berbayar untuk beberapa ruas jalan di Jakarta.

Pasalnya, kebijakan itu dinilai belum saatnya dilakukan karena fasilitas transportasi umum yang masih belum memadai di Ibukota.

"Kalau memang mau menerapkan ERP, perbaiki dulu transportasi publik," kata Ketua DPR Marzuki Alie ketika dihubungi wartawan, Kamis (29/5).


Sejauh ini, menurut Anggota Timses pasangan Prabowo -Hatta tersebut, transportasi publik di Jakarta belum mendesak ERP diterapkan. Sebab rakyat akan menjadi korban.

"Kalau transportasi publiknya baik, saya rasa akan banyak yang pindah dari mobil pribadi ke kendaraan umum," ungkapnya.

Sebab, tidak semua rakyat memakai  mobil itu orang kaya, karena bisa jadi mobil yang dimiliki, dibeli dengan mengeluarkan segenap daya upaya, sehingga pengeluaran tambahan untuk membayar ERP jadi beban.

"Mereka yang beli mobil dengan kantong pas-pasan pasti kena imbas ini. Kan tidak semua yang punya mobil itu orang yang punya uang berlebih," tambah Marzuki.

Kebijakan membayar ERP kalaupun mau diterapkan menurut Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini jangan disamaratakan. Dia setuju kalau mau diterapkan untuk mengatasi kemacetan, tapi jangan disamaratakan juga kepada semua pemilik kendaraan.

"Harus ada pengecualian," demikian Marzuki.

Sistem ERP adalah suatu kebijakan dimana orang harus membayar untuk melewati suatu jalan tertentu pada jam tertentu. Tujuannya, untuk mengurangi volume kendaraan yang masuk ke ruas jalan tertentu yaitu dengan cara membayar. Sistem ini pada dasarnya sama seperti jalan tol. Namun yang membedakan adalah waktu pengoperasian, jika jalan tol itu waktunya 24 jam maka ERP ada batas waktunya. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya