Berita

SIMULASI PENGAMANAN PEMILU

KPU dan Kapolda Lecehkan Akal Sehat Rakyat

KAMIS, 29 MEI 2014 | 11:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Simulasi pengamanan gedung Komisi Pemiluhan Umum (KPU) jelang Pilpres 2014 oleh kekuatan bersenjata penuh dari Polda Metro Jaya dan satuan TNI yang beberapa kali digelar di Jakarta, dianggap merupakan pelecehan terhadap akal sehat rakyat.

Hal ini diungkapkan inisiator Gerakan Masyarakat Sipil untuk Pemilu Bersih Adhie M Massardi kepada wartawan, menanggapi simulasi pengamanan gedung KPU di kawasan Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (29/5) pagi ini.

“Logika yang dibangun teman-teman komisioner KPU dan Kapolda (Polri-TNI) dalam menyelenggarakan simulasi pengamanan itu, boleh dibilang melecehkan akal sehat rakyat. Kasarnya, ya logikanya sesat,” tegas Adhie.


Jubir presiden KH abdurrahman Wahid ini menjelaskan: “Lihatlah, mereka (Polri-TNI) siapkan kekuatan bersenjata lengkap untuk menghadapi kemungkinan munculnya aksi massa yang tidak puas kepada penyelenggara pemilu. Seolah mereka musuh negara yang gawat!”

Padahal, kata Adhie, belajar dari pengalaman, kita semua tahu, aksi massa yang tak puas ke kantor KPU di pusat dan daerah, baik saat pilkada maupun pileg, terjadi karena adanya kecurangan, ketidakjujuran, dan ketidakprofesionalan para penyelenggara pemilu itu sendiri.

Seharusnya KPU membereskan dulu jajarannya, dari pusat sampai daerah. Polisi memproses hukum dan memenjarakan para anggota KPU yang menyalahgunakan kewenangannya dengan memperjualbelikan suara kepada para kontestan pemilu.

“Jadi kalau KPU tetap berkelakuan semaunya, berpihak kepada yang membayar seperti banyak diduga orang, lalu menghadapkan orang-orang yang tidak puas dan distigma bakal anarkis itu dengan kekuatan Polri-TNI bersenjata lengkap, itu namanya fasis!”

“Jadi tolong teman-teman KPU introspeksi dulu. Dan kepada Kapolda Metro Jaya khususnya, dan Polri umumnya, jangan terlalu mudah digunakan untuk menghadapi rakyat sendiri hanya karena KPU menyediakan anggaran untuk itu,” tutp Adhie M Massardi yang juga koordinator Gerakan Indonesia Bersih ini. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya