Berita

joko widodo/net

SHALAT JOKOWI

Rancu dan Menyesatkan, Din Syamsuddin Harus Diberhentikan

KAMIS, 29 MEI 2014 | 09:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Poros Islam Kebangsaan (PIK) meminta Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin untuk mengklarifikasi penjelasannya tentang bacaan shalat capres dari PDI Perjuangan, Joko Widodo.

Seperti dikutip sejumlah media Dien mengatakan bahwa dirinya pernah menguji keislaman Jokowi dengan mempersilakan Jokowi menjadi imam shalat zuhur. Kata Dien, seperti dalam pemberitaan-pemberitaan tersebut, cara sholat Jokowi bagus dan bacaan Al Qurannya juga bagus dan panjang.

Bagian inilah yang membuat kontroversi, karena dalam shalat zuhur dan juga ashar, seorang imam tidak membaca dengan keras baik surat Al Fatihah maupun surat-surat dari Al Quran yang mengikutinya.


"Pertanyaan saya adalah, sejak kapan Rasulullah mengajarkan agar imam sholat zuhur mengeraskan bacaannya? Sehingga Bapak Din Syamsudin bisa mengatakan bacaan Quran Jokowi bagus dan panjang," tanya Gus Maulana Albantani dari PIK.

"Atau, shalat pun sudah menjadi cara pencitraan?" sambungnya.

Sehubungan dengan pernyataan Dien yang menurutnya rancu dan menyesatkan, Maulana meminta Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk memberhentikan Din Syamsuddin sebagai Ketua PP Muhammadiyah. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya