Berita

jokowi/net

Politik

Bacaan Shalat Jokowi Masih Jadi Masalah

KAMIS, 29 MEI 2014 | 03:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pernyataan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin membantah isu Jokowi bukan muslim. Menurut Din, cara shalat Jokowi bagus. Keislaman Jokowi pun diberitakan tidak diragukan lagi.

Din tahu karena pernah shalat Dzuhur berjamaah yang diimami Jokowi. Peristiwa tersebut terjadi saat Jokowi bersilaturrahmi ke pimpinan Muhammadiyah di gedung dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, pekan lalu (Selasa, 20/5). Shalat berjamaah dilakukan di Masjid At Taqwa, Gedung Dakwah Muhammadiyah.

Pernyataan serupa kembali disampaikan Din di acara Tanwir Muhammadiyah di Kalimantan Selatan empat hari setelah pertemuan di Menteng. Di Tanwir, Jokowi hadir memberikan pidato politik.


"Tenyata memang tak seperti yang diisukan. Cara salatnya bagus, bacaan Al Qurannya pun panjang-panjang," kata Din seperti diberitakan Tempo.co (Minggu, 25/5) dengan judul berita "Din Syamsuddin: Salat Jokowi Bagus, Quran-nya Apik".

Selain portal Tempo, beberapa portal lain ikut memberitakan pernyataan Din. Tapi kutipan pernyataan Din ini malah mengundang polemik baru. Misalnya pernyataan Din bahwa Jokowi membacakan ayat-ayat Al Quran yang panjang.

Kemarin beredar klarifikasi atas pernyataan Din itu. Dalam klarifikasi tegas dinyatakan pernyataan Din tentang Jokowi telah dimanipulasi oleh media pendukung Jokowi. Klarifikasi ditujukan kepada media yang memberitakan, yakni Tempo, Detik, TribunNews, Kompas, dan Metro TV.

"Berita tersebut tidaklah benar. Saat itu Jokowi menjadi imam sholat Dzuhur di Masjid At Taqwa di kawasan Gedung PP Muhammadiyah pada Kamis siang 20 Maret 2014. Klarifikasi: Sholat Dzuhur merupakan sholat yang dilakukan secara lirih (alias tidak bersuara nyaring seperti sholat Maghrib, Isya dan Shubuh). Bagaimana mungkin bacaannya bisa dinilai bagus dan panjang-panjang, lha wong bacaannya tidak kedengeran," begitu isi klarifikasi.

Klarifikasi ini diberitakan kemarin oleh voi islam dengan judul "Video: Din Syamsuddin Klarifikasi Berita 'Jokowi Shalat' Yang Diplintir Media Nasional", dan di suaranews dengan judul "Dimanipulasi Berita Oleh Tempo, Detik, Tribunnews, Kompas Dan Metro TV! Din Syamsuddin Klarifikasi Berita Jokowi".

Klarifikasi juga disampaikan atas pemberitaan yang menyebut Din mengatakan bacaan sholat Jokowi bagus. Ditegaskan, Din tidak pernah mengatakan hal itu. Klarifikasi diperkuat dengan rekaman video saat Din memberikan penjelasan kepada media.

Isu mengenai keislaman Jokowi nampaknya masih akan menjadi polemik, dan bahan kampanye jelang Pilpres. Begitupula mengenai bacaan Shalat Jokowi: masih jadi masalah.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya