Berita

jusuf kalla/net

Politik

Rakyat Harus Kritis Terhadap Sikap JK

RABU, 28 MEI 2014 | 15:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sikap Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla yang berubah '180 derajat' dinilai wajar. Sebab perubahan perilaku seorang politikus yang sebelumnya lawan kemudian menjadi kawan, didasari adanya dorongan kepentingan kekuasaan.

"Politik itu cair. Bisa berubah, siapapun itu. Maka dalam politik, tidak ada teman setia atau lawan setia, yang ada kepentingan. Karena kepentingan politik baru, bisa jadi teman jadi lawan. Tidak ada teman setia, tidak ada musuh setia, yang ada kepentingan kekuasaan," kata pakar komunikasi politik, Emrus Sihombing kepada wartawan di Jakarta, Rabu (28/5).

Emrus pun berharap, masyarakat bisa kritis dengan perilaku politik yang ditunjukkan oleh para politikus saat ini sehingga masyarakat tidak salah dalam menentukan pilihan mereka.


"Itu contoh bahwa politik bicara kepentingan. Kepentingan kekuasaan. Rakyat harus kritis melihat perilaku politik politikus. Jangan mau terlena dengan permainan politik," tukas Emrus.

Sebelumnya, sebuah video wawancara JK dengan sebuah stasiun televisi beredar di situs berbagi video Youtube. Video berjudul "JK: Kalo Jokowi Tiba2 Jadi Presiden Bisa HANCUR NEGERI ini" itu diunggah oleh akun BangOcidChannel, Sabtu lalu (25/5).

Dalam video berdurasi 3 menit 38 detik itu, terlihat pernyataan JK tentang sosok Joko Widodo. Video tersebut diperkirakan hasil wawancara tahun 2013. Saat itu, JK mengomentari tentang wacana pencapresan Jokowi yang baru saja menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya