Berita

Dino Patti Djalal

Wawancara

WAWANCARA

Dino Patti Djalal: Setelah Konvensi Selesai, Saya Tidak Akan Terjun Ke Dunia Politik

RABU, 28 MEI 2014 | 09:21 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bekas peserta konvensi capres Partai Demokrat, Dino Patti Djalal, tidak mengikuti rekannya Anies Baswedan yang telah masuk dalam Tim Sukses Jokowi-JK.

“Saya tidak bergabung dengan pasangan capres-cawapres mana pun. Saya komitmen tidak berpolitik pasca konvensi capres Partai Demokrat,’’ kata Dino Patti Djalal kepada Rakyat Merdeka yang dihubungi via telepon, Senin (26/5).

Bekas Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat itu tidak bisa menentukan sampai kapan tidak terjun ke dunia politik.  


“Untuk sementara waktu saya tidak terjun dalam hingar bingar politik. Saat ini saya lebih sering menjadi pembicara di berbagai kalangan. Dengan demikian, saya merasa lebih dekat dengan rakyat dari berbagai kalangan,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:


Peserta konvensi capres Partai Demokrat Anies Baswedan bergabung dengan Tim Sukses Jokowi-JK, tanggapan Anda?
Itu boleh saja. Kalau peserta konvensi capres Partai Demokrat yang lain juga merapat ke pasangan capres yang ada, itu sah-sah saja. Bebas untuk bergerak sesuai dengan hari nuraninya masing-masing.

Apakah ada yang mengajak Anda bergabung ke Tim Sukses pasangan capres-cawapres?
Sampai saat ini belum ada. Saya juga melanjutkan komitmen bahwa setelah gelaran konvensi selesai, saya tidak akan ikut-ikutan terjun ke dunia politik.

Jika nanti Anda diajak gabung ke dalam kabinet pemerintahan, bersediakah?
Kalau di keluarga saya ada tradisi bahwa kalau Republik Indonesia memanggil atau meminta kami untuk berbakti, maka kami tidak akan menolak. Saya akan jawab panggilan itu.

Anda mau mencoblos pasangan mana dalam pilpres nanti?
Wah, ini rahasia dapur dong. Tidak akan saya gembar-gemborkan kepada publik. Yang jelas tahun ini saya tidak akan golput. Saya pasti akan memilih salah satu dari kedua pasangan capres ini.

Bagaimana Anda melihat pertarungan kedua pasangan?
Siapa pun yang terpilih nantinya akan mendapatkan tugas yang tidak mudah. World Economic Forum (WEF) menyatakan saat ini adalah dekade emas Indonesia. Untuk itu, calon pemimpin Indonesia di masa akan datang harus mempunyai visi dan misi yang tepat untuk Indonesia.

Saya berharap pertarungan pemilu presiden (pilpres) bukanlah pertarungan emosional. Lebih menekankan kepada gagasan dan kebijakan yang akan diterapkan.

Anda sudah melihat kedua capres mempunyai visi dan misi yang mumpuni?

Tentu kedua calon pasangan ini mempunyai kelebihannya masing-masing.

Mereka harus menjelaskan kepada rakyat apa visi dan solusinya dalam membenahi persoalan di Indonesia.

Apa kegiatan Anda setelah konvensi selesai?
Setelah konvensi selesai, saya lebih banyak melakukan konsolidasi internal. Saya sekarang banyak pidato di berbagai tempat dan kalangan. Baik di kalangan akademisi maupun enterpreneur. Saya berbicara tentang Indonesia unggul. Tetap pada konsep yang saya bawa ketika konvensi.

Nasionalisme unggul adalah suatu semangat, etos hidup, karakter bangsa, sekaligus resep sukses yang dapat membuat bangsa Indonesia melesat menjadi raksasa Asia

Ada peserta konvensi yang kecewa terhadap hasil konvensi, tanggapan Anda?
Kekecewaan merupakan hal yang wajar. Sebab, semua peserta yang mengikuti konvensi Demokrat berharap pemenangnya akan dinobatkan sebagar capres.

Namun di akhir perjalanan konvensi tidak terjadi seperti itu. Pemenang konvensi tidak mendapatkan apa yang diinginkan.

Apa Anda juga kecewa?
Tidak. Kalau saya pribadi melihat konvensi Demokrat sebagai suatu panggung bicara dengan rakyat. Ikut konvensi merupakan hal yang realistis. Saya tidak mengejar kursi capres atau jabatan politis lainnya.

Saya lebih melihat perjuangkan ide yang digagas dalam konvensi. Kalau mengenai hasil tidak terlalu masalah. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya