Berita

Agus Gumiwang Kartasasmita

Wawancara

WAWANCARA

Agus Gumiwang Kartasasmita: Lucu Sekali Kalau Kita Dipaksa Harus Pilih Kader Partai Lain

RABU, 28 MEI 2014 | 09:17 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Partai Golkar mulai main ‘palu’ terhadap kader-kadernya yang memilih mendukung Jokowi-Jusuf Kalla. Karena secara resmi, Golkar telah melabuhkan dukungan ke Prabowo-Hatta Rajasa di pilpres ini.

Para kader Golkar di DPR yang pertama mendapat sanksi tersebut. Agus Gumiwang Kartasasmita yang semula menduduki kursi Wakil Ketua Komisi I DPR digeser ke komisi lain dan digantikan koleganya di Komisi I yakni Tantowi Yahya. Lainnya, Nusron Wahid dan Poempida Hidayatullah juga bakal digeser ke komisi lainnya.

Selain ketiga anggota DPR tersebut, ada nama-nama lain  yang sebenarnya memilih mendukung Jokowi-JK yaitu, Indra J Piliang, Andi Sinulingga, TB Ace Hasan Syadzily. Dari tokoh seniornya ada Fahmi Idris.


Meski dicopot dari pimpinan komisi I dan digeser ke komisi lain, Agus ihlas dan sadar dengan konsekuensi politik yang diambilnya. Kenapa dia pilih Jokowi-JK dan tidak ikut keputusan partai? Kepada Rakyat Merdeka, putra Ginandjar Kartasasmita ini membeberkan alasannya.

Berikut petikannya:

Pilihan ke Jokowi-JK berbuah anda dicopot dari wakil ketua komisi I DPR dan digeser ke komisi lain. Bagaimana komentarnya?
Memang saya telah menyatakan secara terbuka dukungan terhadap pasangan Jokowi-JK, dan mungkin saja hal itu yang menyebabkan saya dicopot, sebab saya yakin kalau berdasarkan kinerja, Insya Allah tidak mengecewakan. Saya siap dipindahkan kemana pun, termasuk kalau ada Komisi XIII atau Komisi XV sekalipun, bahkan lebih dari itupun saya siap.

Posisi politik ini akan mengancam posisi anda di DPR nanti karena kelompok Ical masih berkuasa untuk menentukan pimpinan komisi nanti. Apa hal itu sudah jadi pertimbangan?
Sebagai manusia, dan sebagai seseorang yang relatif sudah berkecimpung dalam dunia politik cukup lama, tentunya semua langkah yang diambil sudah berdasarkan pertimbangan dan perhitungan yang dalam. Kalau terbukti saya salah, maka saya siap menghadapi resiko yang ada di depan.

Sebenarnya kenapa memilih Jokowi-JK?
Pertama, bagi saya, pasangan Jokowi-JK merupakan pasangan terbaik bagi bangsa ini, dengan beberapa alasan, termasuk alasan bahwa pasangan ini bisa menjanjikan dan mengangkat isue perubahan (change), khususnya di bidang ekonomi yang banyak menjadi perhatian masyarakat. Pasangan ini yang paling dekat dengan upaya kita mewujudkan berbagai macam kemandirian, termasuk kemandirian energi dan pangan.

Kedua, kalau kader Gerindra dukung Prabowo, kader PAN dukung Hatta, kader PDIP dukung Jokowi, kenapa kader Partai Golkar tidak boleh dukung Pak Jusuf Kalla? Lucu sekali kalau kita dipaksa pilih kader partai lain, terlepas apapun itu iming-iming yang dijanjikannya.

Apa aspirasi ini muncul sendiri atau terlebih dulu ada permintaan dari Jokowi-JK?
Pandangan ini muncul sendiri, tidak ada paksaan dari siapapun termasuk dari Pak Jokowi maupun Pak JK. Kebetulan pandangan saya ini sama dan searah dengan banyak sekali kader muda Partai Golkar.

Apakah anda dan teman-teman masuk ke struktur pemenangan Jokowi-JK atau buat struktur sendiri?
Saya peribadi belum bergabung denganTim Pemenangan Jokowi-JK. Itu tidak penting, karena kontribusi seseorang tidak melulu dinilai dari keberadaannya dalam tim pemenangan. Saya yakin banyak hal yang bisa saya lakukan dalam berkontribusi pada pemenangan Jokowi-JK.

Bagaimana strategi pemenangan yang anda siapkan, sementara struktur resmi Golkar sudah digiring ke Prabowo-Hatta?
Apapun langkah yang saya ambil, tentu tidak akan menggunakan perangkat dan atribut partai. Walaupun Alhamdullilah, saya mendapat kabar melalui SMS, email atau secara langsung, bahwa teman-teman saya, termasuk kader-kdaer Partai Golkar, siap membantu langkah pemenangan. Ini merupakan modalitas yang baik.

Sebagian elite Golkar yang mendukung Jokowi-JK menyuarakan Munas dipercepat, apakah anda berpendapat sama?
Saya sependapat bahwa Munas harus dikembalikan pada AD/ART Partai dimana kepengurusan tidak boleh lebih dari setahun, maka Munas harus digelar awal Oktober.  ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

UPDATE

Pemulihan Pasien Pasca-Stroke Lewat Teknologi Robotik, Siapa Takut?

Sabtu, 07 Februari 2026 | 20:03

10 Film Hollywood Dirilis Sepanjang 2026, Ada Spider-Man hingga Avengers: Doomsday

Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:43

Huntara Bener Meriah Ditargetkan Siap Huni Jelang Ramadan

Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:21

Perbaikan Program MBG untuk Indonesia Emas Menggema di Yogyakarta

Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:00

BNI Lanjutkan Aksi Bersih Pantai dengan Dukungan Sarana TPS3R Sekar Tanjung di Bali

Sabtu, 07 Februari 2026 | 18:54

Masuk Angin Vs GERD, Obat Herbal Tak Selalu Aman

Sabtu, 07 Februari 2026 | 18:09

Prabowo Curhat Tiap Mau Berantas Korupsi Ada Kerusuhan dan Adu Domba

Sabtu, 07 Februari 2026 | 17:51

PDIP Ajak Teladani Perjuangan Fatmawati Soekarno

Sabtu, 07 Februari 2026 | 17:15

BNI Gelar Aksi Bersih Pantai Mertasari

Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:48

Kawal Ketat Pergub Penggunaan Air Tanah di Gedung Jakarta

Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:27

Selengkapnya