Moses HP (29) dikeroyok tiga oknum polisi. Akibat pengroyokan, warga Perumnas Helvetia, Medan, itu mengalami luka di sekujur tubuh.
Peristiwa pengeroyokan ini bermula saat Moses hendak mengambil uang ke ATM sore tadi, sekitar pukul 15.00. Saat melaju di Jalan Muslihat, tepat di depan Gedung Milenium, Avanza hitam bernomor polisi BK 1995 KT yang dikemudikan Moses diserempet Avanza hitam bernomor polisi B 1824 FL.
"Dari kiri Avansa hitam menyalip, tiba-tiba memotong jalur, masuk kanan tanpa lampu sen. Mobil saya keserempet," kata Moses kepada redaksi Selasa malam (27/5).
Moses turun dan menghampiri pengendara yang menyerempet mobilnya. Kebetulan laju lalin agak macet. Moses minta ganti rugi. Moses dan pengendara mobil satunya terlibat adu mulut di tengah jalan. Tak jelas jawaban yang diterima Moses, si pengendara malah mengajaknya memarkir mobil ke pinggir jalan.
"Setelah mobil terparkir, saya kembali menghampiri mobil yang menyerempet. Di dalam ada dua penumpang, satu sopir. Mereka keluar, saya minta ganti rugi. Mereka malah mendorong dan menarik-narik saya. Saya dipukuli, sampai tersungkur ke tanah" papar Moses.
Moses kalah jumlah. Perlawananya malah membuat pukulan dari tiga pelaku makin menjadi-jadi. Setelah badannya terkulai, wajah dan kakinya terluka kena pukulan dan tendangan, pelaku malah membrogol tangan Moses.
Penyiksaan terhadap Moses berlanjut. Dengan tangan terborgol, Moses dipaksa masuk ke dalam mobil. Dua pelaku membekap Moses, sementara seorang lainnya santai melajukan mobil. Moses dipukuli di dalam mobil yang melaju entah menuju ke manah.
"Saya dimasukkan ke kursi tengah. Posisi saya rebahan, kaki dipegang seorang pelaku, sementara wajah saya ditidurkan di paha seorang pelaku lainnya. Saya dipukuli. Saya teriak minta tolong, wajah saya terus dipukuli," beber Moses.
"Awalnya saya tidak tahu mereka polisi, mereka pakai pakaian preman," imbuh Moses.
Moses sempat menelpon kakak kandungnya saat adu mulut di tengah jalan. Moses minta bantuan karena mobilnya diserempet. Sang kakak yang bertugas di Polsek Belawan datang ke lokasi tapi tidak menemukan Moses. Moses sudah disekap dalam mobil, dan mobil belum lama melaju. Kakak Moses melakukan pengejaran.
"Abang kemudian memberhentikan mobil yang membawa saya. Jarak dari lokasi pertama sekitar 500 meter," kata Moses melanjutkan cerita.
Kakak Moses dan ketiga penyekap terlibat adu mulut. Sang kakak minta Moses dilepaskan.
"Kenapa adik ku dibawa, dia bukan perampok, atau pelaku narkoba," kata Moses menirukan kakanya.
Melihat kakak Moses memegang pistol, para pelaku juga mengeluarkan pistol sambil mengatakan mereka juga anggota kepolisian. Saat perselisihan terjadi, seorang yang diduga wartawan datang menghampir, mengeluarkan kamera dan mengambil foto.
"Mereka ketakutan, kembali masuk mobil dan langsung melarikan diri," kata Moses.
[dem]