Berita

Dino Patti Djalal/net

Jebolan Konvensi Demokrat: Entrepreneur Salah Satu Syarat Negara Maju

SELASA, 27 MEI 2014 | 11:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden terpilih yang akan memimpin Indonesia selama lima tahun ke depan harus membangun sikap mental entrepreneurship bangsa.        

"Indonesia bisa menjadi negara maju jika pemimpin negaranya menumbuhkan mental entrepreneur kepada bangsanya," kata mantan Dubes RI untuk AS Dino Patti Djalal dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/5).         

Menurut dia, bermental entrepreneur adalah memiliki jiwa mandiri dan tidak tergantung hanya pada lapangan kerja di pemerintahan. Bermental entrepreneur menjadi salah satu syarat untuk menjadi negara maju, sehingga pemimpin negara perlu menciptakan iklim yang menumbuh suburkan mental entrepreneur, terutama pada generasi muda.        


Dino menjelaskan, berdasarkan data Bank Dunia, posisi Indonesia saat ini berada di peringkat 120 dari 183 negara dalam hal kemudahan untuk membuka dan mengembangkan usaha.        

"Posisi Indonesia ini harus diperbaiki oleh presiden terpilih yang akan memimpin Indonesia selama lima tahun ke depan, paling tidak berada di posisi kedua di Asia," terangnya.

Jebolan konvensi capres Demokrat ini juga mengajak generasi muda Indonesia untuk tidak memiliki mental block yakni menutup diri terhadap informasi kemajuan. Ia menceritakan, ketika menjadi peserta konvensi Demokrat, dia telah berkunjung paling tidak ke 30 kota di Indonesia.

Pada setiap kunjungan tersebut, Dino juga berdialog dengan masyarakat, baik orang tua maupun pemuda, untuk melakukan survei terhadap tingkat pendidikan dan keinginan untuk maju.

"Saya masih banyak menemui pemuda yang memiliki mental block untuk menjadi entrepreneur. Mereka berteriak anti kapitalis tapi mungkin mereka tidak paham apa artinya," tandasnya. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya