Berita

denny JA dan JK/inspirasi.co

Denny JA: Jusuf Kalla Tak Akan Menjadi Matahari Kembar Jokowi

SELASA, 27 MEI 2014 | 08:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Hanya ada satu matahari dalam pemerintahan baru bila duet Joko Widodo terpilih. Matahari itu adalah Jokowi. Adapun JK hanya berperan mengisi kekosongan Jokowi, terutama di masa awal pemerintahan Jokowi untuk urusan mengelola dinamika elit nasional dan untuk memastikan program pemerintah berjalan.

"JK juga tidak akan lebih menonjol dibandingkan Jokowi," demikian disampaikan polllster papan atas Denny JA, Selasa pagi ini (27/5) sebagai penegasan atas pernyataannya yang kurang lebih sama usai bertemu JK di kediaman JK kemarin pagi (Senin, 26/5).

"Saat ini yang nampak adalah Jusuf Kalla yang lebih arif. Ia menghormati Megawati. Ia lebih ingin melakukan public service dan ikut memastikan bahwa program pemerintahan segaris dengan platform visi dan misi yang sudah diiikrarkan dalam pemerintahan," urai Denny JA lagi.


Platform program tersebut, sambung Denny JA, senafas dengan ajaran Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya.

"Tentu tiga prinsip besar ini akan diterjemahkan ke dalam program yang lebih praktis dan teknis," sambungnya.

Berdasarkan survei LSI, Jokowi memang sangat menonjol dalam hal citra pemimpin yang dekat dengan rakyat, yang jujur dan hidup sederhana. Namun kekurangan Jokowi yang terlihat dari hasil survei LSI itu adalah ia kurang bicara soal gagasan dan program.

"Kekurangan ini akan ditutupi JK. Namun JK kini semakin arif. Ia akan bermain cantik dan tak akan menjadi matahari kembar. JK ingin menutup karir politiknya dengan kontribusi yang positif bagi aneka persoalam bangsa yang sudah carut marut," demikian Denny JA. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya