Berita

ilustrasi

SURAT ANAND KRISNA

Struktur Megalitik Gunung Padang Diduga Bukan Piramida...

SELASA, 27 MEI 2014 | 02:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Anand Krisna yang sering disebut sebagai spiritualis lintas agama juga memiliki perhatian khusus terhadap situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat.

Ia menulis sepucuk surat kepada Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) yang melakukan penelitian di situs megalitikum itu dan menemukan indikasi kuat bahwa di bawah hamparan bebatuan megalit tersebut sesungguhnya tertimbun sebuah bangunan yang begitu besar peninggalan dari peradaban sebelumnya yang pernah ada.

Surat Anand Krisna itu dirilis Staf Khusus Presiden Andi Arief, yang merupakan inisiator TTRM.


Di dalam surat yang ditulis tangan itu, Anand Krisna mengatakan telah membaca buku arkeolog Ali Akbar yang merupakan salah seorang anggota TTRM. Ia juga meneliti foto-foto yang diambil kelompok pecinta Anand Ashram dari Gunung Padang.

"Kesimpulan awal saya, tentunya dari sudut pandang budaya dan peradaban murni, bahwasanya Gunung Padang atau lebih tepatnya strukrur megalitik yang ada di lokasi tersebut adalah semacam mandala. Jadi matriks yang digunakan untuk menjelaskanya mestilah menggunakan matriks mandala, bukan piramida," tulis Anand Krisna.

Filsafat dasar yang membedakan matriks atau values piramida dengan mandala, Anand menerangkan, adalah kepercayaan dasar manusia purba tentang apa yang terjadi setelah kematian.

Jika matriks yang digunakan adalah kebangkitan jasmani, maka struktur piramid adalah tepat. Tetapi jika matriks yang dipakai mengenai “pribadi” manusia yang terdiri atas beberapa lapisan badan-kesadaran, maka matriks mandala menjadi lebih bermakna.

"Sepintas dari apa yang saya baca dan lihat, matriks yang digunakan dalam struktur di Gunung Padang (keras, susunan batu, dan lain-lain) merujuk secara jelas pada mandala. Jika memang demikian, maka ini akan menjelaskan bukan saja adanya 'penemuan arkeologi' yang menggemparkan, tetapi penemuan peradaban terkuno," kata dia.

Anand Krisna juga mengatakan, sesungguhnya banyak referensi yang dia miliki mengenai hal ini, dan tentu masih banyak lagi yang dibutuhkan untuk mengetahui hal ini.

Saat ini Anand sedang menerjemahkan dan mengulas Manuskrip Suci Sunda yang barangkali ditulis sekitar 450 hingga 500 tahun yang lalu.

"Terjemahan itu sesungguhnya dapat juga saya gunakan, bersama beberapa literatur lain dalam bahasa Kawi/Sanskrit, untuk menjelaskan kemungkinan mandala ini," demikian Anand Krisna sambil menegaskan pada bagian akhir bahwa dia tak memiliki keraguan akan hal itu. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya