Berita

Politik

Denny JA: Jusuf Kalla akan Lebih Dominan, Tapi Bisa Main Cantik

SENIN, 26 MEI 2014 | 23:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Peran sebagai wakil presiden Jusuf Kalla akan lebih besar bila mendampingi Joko Widodo dibandingkan dengan ketika mendampingi SBY pada periode 2004-2009.

Inilah kesimpulan polster papan atas Denny JA setelah bertemu dan berdiskusi dengan cawapres Jusuf Kalla tadi pagi (Senin, 26/5).

Ketika mendampingi SBY, JK berperan sebagai gas yang mempercepat laju roda pemerintahan. Ini penting mengingat karakter SBY ketika itu berhati-hati dan terkesan lambat mengambil keputusan.


"JK mengisi kelambatan SBY dengan langkahnya yang taktis, cepat, dan berani. SBY adalah rem. JK adalah gas," ujar Denny JA seperti ditulisnya dalam akun @DennyJA_world.

"Tak heran kemudian muncul isu matahari kembar di pemerintahan karena peran JK yang dominan," sambungnya.

Kini JK lebih berpengalamana dan arif. Menurut Denny JA, JK tak lagi mau memberi kesan dirinya adalah matahari kembar bagi Jokowi.

Tetapi di sisi lain, JK mau tak mau akan tetap dominan. Ini sejalan dengan hasil survei Mei 2014.

Dalam survei itu, Joko Widodo dipercaya sebagai figur jujur dan memiliki kepedulian pada rakyat serta sederhana.

"Namun dari survei itu, terbaca juga kekurangan Jokowi adalah pada pandangan visioner untuk program pemerintahan. Jokowi pun dianggap masih kurang dalam kapabilitas untuk mengelola dinamila elit tingkat nasional," jelas Denny JA.

Justru di dua titik itulah kekuatan Jusuf Kalla. Dan publik pun justru inginkan JK mengisi kekurangan itu. Denny JA menyebut JK akan berperan sebagai motor dinamo dalam pemerintahan Jokowi.

"Namun JK akan memainkan peran itu lebih cantik. Ia kini lebih arif. Ia tak ingin dikesankan menjadi matahari kembar kembali," kata dia lagi.

Denny JA juga mengatakan, dirinya melihat JK kini memiliki motivasi yang lebih kuat untuk melakukan public service bagi bangsa. Juga terlihat betapa JK menghormati Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnioputri.

"Namun di permukaan dan publik, JK akan lebih bermain cantik untuk tetap mengedepan Jokowi karena Jokowi yang adalah presidennya," demikian Denny JA. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya