Berita

presiden SBY/net

Presiden SBY Haramkan Kudeta Militer

SENIN, 26 MEI 2014 | 09:17 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sikap dan cara pandang Presiden SBY ini patut dipuji. Dia mengisyaratkan kudeta militer sebagai sebuah metode yang haram dan tidak termasuk dalam cara demokratis.

Pernyataan yang disampaikan SBY ini disampaikannya beberapa saat sebelum kembali dari Filipina (Sabtu pagi, 24/5). SBY mengatakan dirinya prihatin melihat perkembangan politik di Thailand. Sebagai negara terbesar di ASEAN, Indonesia tidak mungkin tidak peduli dengan apa yang terjadi di negeri gajah itu.

"Kudeta militer telah terjadi di Thailand, dan bagi Indonesia, kudeta militer bukanlah cara yang demokratis. Saya harus tegas, jelas, dan terang dalam hal ini --meskipun itu masalah dalam negeri Thailand," kata SBY seperti dikutip dari situs resmi Presiden RI.


Militer Thailand mengambil alih kekuasaan pemerintahan hari Kamis (22/5), dan mendirikan Dewan Nasional Perdamaian dan Ketertiban. Kudeta, menurut pihak militer adalah upaya untuk menghetikan pertikaian di kalangan politisi sipil yang terjadi sejak 2006.

Tidak kurang dari 100 orang telah dipanggil dan diperiksa Dewan Nasional. Mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra bahkan dilaporkan sempat mendekam di dalam tahanan.

Pihak militer telah melepaskannya dan meminta agar Yingluck tidak terlibat dalam aktivitas politik apapun dan ikut menjaga ketertiban.

Kembali ke SBY.

Dia mengatakan, Indonesia tidak akan mencampuri urusan dalam negeri Thailand. Namun di sisi lain, tidak elok bila Indonesia tidak ikut prohatin dan berbagi.

Dalam piagam baru ASEAN disebutkan setiap anggota ASEAN wajib menghormati nilai-nilai demokrasi dan hak-hak asasi manusia. itu sebabnya, sebut SBY lagi, ASEAN tidak boleh tidak mengambil sikap.

"Sebelum ada statement resmi dari ASEAN, Indonesia telah menyampaikan agar pihak militer tetap menjalin kerja sama dengan elemen yang lain agar ada solusi yang damai, demokratis, dan membawa manfaat bagi rakyat Thailand," demikian SBY yang adalah pensiunan jenderal berbintang empat. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya