Berita

Bagir Manan

Wawancara

PILPRES 2014

Bagir Manan: Pers Boleh Berpihak, Tapi Tetap Wajib Berimbang

SENIN, 26 MEI 2014 | 09:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ketua Dewan Pers Bagir Manan memperhatikan setiap pemberitaan media massa menjelang Pilpres 9 Juli mendatang.

“Apakah pemberitaannya berimbang atau tidak berimbang terhadap pasangan capres-cawapres. Itu antara lain yang jadi perhatian kami,’’ kata Ketua Dewan Pers Bagir Manan kepada Rakyat Merdeka usai menghadiri sebuah seminar, di Jakarta, Kamis (22/5).

Sejauh ini, lanjut bekas Ketua MA itu, belum ada berita yang melanggar kode etik. Semuanya masih dalam batas yang wajar.


“Masih ada cover both side dan sumber yang jelas. Karena kami juga punya ukuran terhadap pemberitaan di media. Apakah berimbang atau tidak berimbang.
Itu kita ukur semuanya dengan kode etik jurnalistik dan Undang-Undang Pers,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa netralitas media massa itu terus disosialisasikan?
Saya sudah sering membicarakan persoalan ini di lingkungan Pers. Bahwa Pers partisipan ada di mana-mana.  Tapi Pers yang demokratis pun ada.

Ada Pers yang meski tidak partisipan memiliki kecendrungan terhadap calon tertentu karena kesesuaian program. Bisa juga karena  pemiliknya sekampung dengan sang calon. Itu satu hal yang tidak boleh apriori. Itu kan kebebasan orang.
 
Berarti media boleh berpihak?
Kita tidak bisa membatasai hak media untuk bersimpati terhadap siapa pun. Pengertian independen dalam Pers adalah justru boleh memilih.

Apakah berpihak terhadap si A atau B. Tapi media massa tidak boleh melupakan posisinya sebagai lembaga penyiaran. Unsur keberimbangan harus tetap dijaga dalam setiap informasi yang disajikan.

Apa sudah ada pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan capres dan cawapres yang berlebihan?
Selama pileg dan menjelang pilpres ini tidak ada yang mengadu ke kami. Kalau ada, pasti sudah kami tindaklanjuti aduan tersebut.

Bagaimana kalau orang media massa menjadi tim sukses capres-cawapres?
Sebelum pileg saya sudah membuat beberapa seruan. Di antaranya bagi teman-teman pers yang menjadi calon legislatif atau  tim sukses, kami anjurkan tidak aktif di medianya untuk sementara. Itu ditaati. Bahkan ada yang mengundurkan diri untuk menyelesaikan urusan di politiknya.

Mungkinkah ada sanksi terhadap pemberitaan yang berlebihan?
Tidak ada. Kita ini harus saling menjaga satu sama lain. Bukan memberikan sanksi kepada media. Itu bukan menjadi solusi.

Anda pernah meminta sejumlah pemilik media untuk menghormati etika jurnalistik?
Para pemilik yang terjun ke dunia politik menggunakan medianya sebagai sarana mengkampanyekan diri.

Seharusnya pemilik media di negeri ini selalu menghormati kode etik jurnalistik dan media. Berarti mereka ikut menjaga pers yang sehat, para pemilik media berhak mendapatkan manfaat dari medianya.

Asalkan penggunaannya proporsional bagi orang lain. Artinya, dalam batas yang wajar dan dimengerti publik.

Dewan Pers tidak akan membuat regulasi agar independensi media tetap terjaga. Karena sudah ada Undang-Undang Pers.

Undang-Undang ini sudah mengatur prinsip-prinsip itu, independensi, keberimbangan, dan sebagainya. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya