Berita

Said Aqil Siroj/net

Politik

Kiai Hasyim Kritik Kiai Said Soal Dukungan ke Prabowo

SENIN, 26 MEI 2014 | 03:11 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzad menyayangkan sikap Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang menyatakan mendukung ke bakal calon presiden Prabowo Subianto meskipun dalam kapasitas pribadi.

"Tidak boleh menyatakan dirinya secara pribadi berpihak kemudian selebihnya menetralkan umatnya," katanya di Jakarta, Minggu (25/5).

Menurut Kiai Hasyim, posisi Said Aqil berbeda dengan dia yang sudah tidak lagi menjabat di struktural NU atau Syafii Maarif dan Amien Rais yang tidak lagi menjabat di struktural Muhammadiyah sehingga ketika mendukung salah satu bakal capres tidak dikaitkan dengan organisasi.


Ketika maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2014, lanjut Kiai Hasyim, ia pun nonaktif sebagai Ketua Umum PBNU selama enam bulan.

"Saya sekarang sudah mantan Ketua Umum PBNU setelah menjabat dua periode. Maka saya bebas memilih tanpa menggunakan struktur NU. Berarti ketika saya mendukung Jokowi-JK sama sekali tidak ada masalah dengan aturan yang berlaku di NU," tandas Kiai Hasyim.

Sebelumnya seperti dilansir dari Antara, Kiai Hasyim memuji keputusan Muhammadiyah untuk bersikap netral pada Pemilu Presiden 2014. "Saya menyampaikan apresiasi dan penghormatan terhadap sikap Muhamadiyah yang disampaikan oleh Pak Din Syamsuddin perihal netralitas Muhammadiyah terhadap Pilpres 2014. Itu sangat bagus dan memang seharusnya," ungkapnya.

Menurut Kiai Hasyim, Muhammadiyah sebagai penjaga integritas moral umat dan bangsa tidak boleh bergerak dalam politik praktis, namun harus bergerak politik keumatan dan kebangsaan. "Sebenarnya NU pun demikian dalam aturannya. PBNU seharusnya mendeklarasikan netralitas aktif seperti yang diputuskan Muktamar NU," ucap Kiai Hasyim. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya