Berita

ilustrasi/net

PILPRES 2014

Korban Penculikan 1998: Capres Harus Rapikan Tim Sukses

SENIN, 26 MEI 2014 | 08:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan aktivis mahasiswa yang pernah menjadi korban penculikan 1998 meminta agar pasangan capres-cawapres yang sedang bertarung di arena Pilpres 2014 tidak memanfaatkan isu penculikan.

Andi Arief kini adalah salah seorang Staf Khusus Presiden. Pada masa-masa menjelang dan awal reformasi ia adalah Ketua Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) dan pimpinan perjuangan politik bawah tanah di era 1996-1998.

Andi Arief diambil para penculik saat ia berada di rumahnya di Lampung tahun 1998.


"Pihak PDI Perjuangan beserta duet Jokowi-JK harus menertibkan dan menghentikan penggunaan isu ini sebagai jalan menuju kekuasaan. Kami punya pengalaman pahit yang menyakitkan bagi keluarga dan kawan-kawan kami yang pada waktu itu berjuang dalam tekanan dan memilih berjuang di bawah tanah," kata Andi Arief dalam pesannya yang diterima redaksi malam ini (MInggu, 25/5).

Ia juga meminta koalisi Gerindra dan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa tidak menggunakan momentum ini sebagai upaya membela diri yang bisa menambah rasa sakit kalangan kativis korban penculikan dan keluarga korban.

Andi Arief juga punya pesan khusus untuk mantan Kepala Staf Kostrad 1998 Mayjen (purn) Kivlan Zein. Kata Andi Arief, Kivlan Zein harus menghentikan segala bualan mengenai peristiwa penculikan. Beberapa waktu lalu Kivlan Zein mengatakan dirinya mengetahui dimana aktivis yang diculik tahun 1998 dan sampai kini belum kembali.

"Sebagai pimpinan di masa itu kami menyatakan Kivlan Zen untuk kesekian kalinya melakukan pembohonggan publik," kata Andi Arief.

Pada bagian lain, Andi Arief mengatakan bahwa kasus penculikan 1998 belum selesai. Tetapi ia menolak mempolitisasi kasus ini. Andi Arief yakin, penyelesaian lewat cara mempolitisasi bukan penyelesaian yang tepat dan akan lapuk di makan waktu dua bulan saja. Dia yakin pemerintahan baru yang terpilih nanti dapat menyelesaikan kasus penculikan ini dalam 100 hari pertama bila memiliki komitmen kemanusiaan.

"Saya tahu bahwa proses state responsibility penyelesaian semua kejahatan HAM masa lalu  ini sedang berjalan di pemerintahan ini," demikian Andi Arief. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya