Berita

Politik

GAGASAN CAPRES

Masalah, Jokowi-JK Tempatkan Polri di Bawah Kementerian

MINGGU, 25 MEI 2014 | 19:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Jika terpilih menjadi presiden dan wakil presiden, Joko Widodo dan Jusuf Kalla akan menempatkan Polri di bawah kementerian negara. Direktur Pusat Advokasi dan Pengawasan Penegakan Hukum, Windu Wijaya menilai, gagasan dan platform Jokowi-JK ini tidak tepat dan mengundang masalah.

"Menempatkan Polri di bawah kementerian merupakan langkah mundur dan justru makin menjauhkan harapan adanya Polri yang mandiri dan independen," kata Windu kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu

Wisnu menegaskan selama ini intervensi kekuasaan terhadap lembaga kepolisian dan kejaksaan sangat terlihat, terasa dan nyata. Kondisi ini akan lebih parah bila kementerian yang menaungi Polri nantinya dijabat oleh orang dari partai politik.


Menurut dia, salah satu yang membuat tidak adanya prestasi membanggakan dari lembaga kepolisian dan kejaksaan, terutama dalam pemberantasan korupsi yang melibatkan menteri-menteri dan elit-elit kekuasaan yang berada di lingkaran presiden, adalah akibat regulasi yang memberikan kewenangan penuh kepada presiden untuk menunjuk dan mencopot pimpinan tertinggi di kedua lembaga tersebut.

Kondisi ini, lanjut Windu, sangat berbeda jauh dengan KPK. KPK berhasil menjadi primadona dalam penegakan hukum karena regulasi yang mengatur lembaga tersebut sangat jauh dari campur tangan kekuasaan. Tak peduli menteri atau besan presiden, jika KPK memilik bukti yang cukup maka hukum akan berjalan tampa intervensi dari siapapun, termasuk dari presiden.

"Presiden tidak memiliki power untuk mencobot pimpinan KPK dengan semaunya presiden," katanya.

Sebaiknya, kata Wisnu lagi, Presiden RI kedepan adalah presiden merubah regulasi dalam proses rekruitmen pimpinan Polri dan Kejaksaan. Rekrutmen harus dilakukan secara tranparan, melalui seleksi di DPR, dengan masa jabatan yang jelas tanpa ada kewenangan presiden untuk menghentikan atau mencopot sebelum masa jabatan berakhir.

"Paradigma baru ini sangat penting untuk dimiliki oleh masing-masing capres agar lebih menguatkan kedudukan Polri dan Kejaksaan dalam penegakan hukum, dan menghapus kecurigaan rakyat bahwa presiden mengendalikan hukum sesuai dengan selera pribadi," demikian Windu.

Gagasan dan platform menempatkan Polri di bawah kementerian merupakan salah satu visi misi Jokowi-JK sebagaimana termuat dalam visi misi tertulis yang diserahkan ke KPU saat mendaftar beberapa waktu lalu.

Dalam visi misinya Jokowi-JK menegaskan akan menata ulang kewenangan Polri. Kewenangan pengambilan keputusan dan kewenangan pelaksanaan Polri akan dipisahkan, karena saat ini sering terjadi tumpang tindih antara keputusan dan kewenangan pelaksanaanya. Jalan untuk memisahkan kewenangan ini dilakukan dengan menempatkan Polri dalam Kementrian Negara yang proses perubahannya dilakukan secara bertahap. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya