Berita

abdurrahman wahid/net

ADHIE MASSARDI

Gusdurian Bukan Organisasi Partisan

SABTU, 24 MEI 2014 | 18:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Munculnya sejumlah orang yang mengklaim “Gusdurian” lalu mendukung dan menjadi partisan capres-cawapres yang akan bertarung di pilpres 2014, seperti terjadi di Jogjakarta yang mendukung pasangan Jokowi-JK, membuat Adhie M Massardi gerah.

“Sungguh, mereka sedang berbohong dengan mengatasnamakan Gus Dur. Karena Gusdurian itu bukan organisasi partisan yang bisa digiring ke sana-ke sini demi kepentingan sesaat dan pragmatis,” tegas Adhie.

Jubir Presiden KH Abdurrahman Wahid ini menjelaskan, Gusdurian itu sebetulnya istilah bagi orang yang menghormati dan memperjuangkan gagasan serta tata nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang dikembangkan Gus Dur, baik ketika masih sebagai intelektual, tokoh Nahdlatul Ulama, saat menjabat sebagai Presiden RI ke-4, maupun setelah dilengserkan.


Karena gagasan dan perjuangannya melampaui batas-batas kepentingan suku, agama maupun garis politik, maka pengagum Gus Dur pun melampoi batas etnis, agama maupun aliran politik. Oleh sebab itu, secara matematika, jumlah Gusdurian lebih besar dari Nahdliyin. Sebab semua Nahdliyin pasti mengaku Gusdurian, sedangkan tidak semua Gusdurian adalah Nahdliyin. Banyak di antaranya bahkan non-Muslim.

Semula, Gus Dur mendesain PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) sebagai inkubator dan alat politik guna memperjuangkan tata nilai dan gagasan kebangsaannya. Tapi sejak beliau dihardik Muhaimin Iskandar dkk hingga terusir dari partai yang dibesarkannya, PKB yang mendukung Jokowi-JK jadi seperti parpol pada umumnya: pragmatis. Hanya mencari kekuasaan dan uang belaka!

Makanya, menurut Adhie, tugas dan tanggungjawab orang-orang yang mengaku Gusdurian adalah meneruskan apa yang diperjuangkan Gus Dur. Bukan menjadi partisan bagi capres-cawapres manapun. Kecuali yang memang memiliki komitmen kebangsaan seperti Gus Dur.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini lalu berpesan kepada kaum Gusdurian untuk menjaga nalar dan hati agar tetap terjaga. Pada zaman penuh kepalsuan seperti sekarang ini, kita tidak boleh gampang terpukau oleh janji yang dikemas dalam figur yang tampak seolah-olah lugu dan pandai berlagu.

Lihat dan teliti orang-orang di sekitar para kandidat itu. Kalau yang ada di antara capres-cawapres itu termasuk dalam golongan orang-orang yang suka menghardik orang miskin dengan kebijakan-kebijakan sesat, jauhilah, sekalipun ada tanda-tanda akan menang pilpres.

“Sehingga apabila mereka nanti benar-benar berkuasa dan menjalankan pemerintahan dengan dzolim karena khianat pada amanat, tiada keraguan bagi kita (Gusdurian) untuk melakukan perlawanan,” demikian Adhie M Massardi. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya