Berita

Denny JA: Singkirkan SDA, Rakyat Percaya Prabowo-Hatta

SABTU, 24 MEI 2014 | 18:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Prabowo-Hatta sebaiknya menonaktifkan Suryadharma Ali sebagai anggota tim kampanye setelahditetapkan Komis Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana haji.

Bagaimanapun juga kehadiran tersangka korupsi dalam sebuah tim kampanye selain buruk untuk pendidikan politik publik. Selain itu Prabowo-Hatta terlihat tak punya komitmen yang kuat pada agenda pemberantasan korupsi.

"Poin 8 agenda Prabowo-Hatta memperjuangkan pemerintahan yang bersih. Ini akan sia-sia apabila di dalam tim ada tersangka korupsi KPK," ujar pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu. Pernyataan Denny JA mengenai hal ini juga disampaikannya dalam kultwit lewat akun @DennyJA_World.


Mempertahankan SDA di dalam tim kampanye Prabowo-Hatta, masih kata Denny JA, bikin blunder citra.

"Citra KPK saat ini terlalu kuat untuk dilawan. Bahkan menjadi sebuah tradisi yang bagus bila siapapun yang menjadi tersangka korupsi KPK detik itu juga nonaktif," sambungnya.

Di sisi lain, Denny JA mengatakan, tentu saja SDA tetap punya hak membela diri. Tetapi yang penting jangan melawan keputusan KPK. Biarkan proses hukum yang bicara.

Dari survei yang dilakukan LSI, Prabowo-Hatta kalah jauh dari Jokowi-JK soal kepercayaan publik akan komitmen memberantas korupsi. Dengan demikian, semakin Prabowo-Hatta mempertahankan SDA, semakin mereka akan kalah jauh dalam merebut kepercayaan publik.

"Masih ada waktu Prabowo-Hatta mengejar ketertinggalan untuk isu korupsi. Masih ada 40 hari tersisa. Agar bisa mengejar, langkah pertama adalah membersihkan tim kampanye dari tersangka korupsi," demikian Denny JA. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya