Berita

Politik

Kampanye Buruh Sahabat Jokowi Menumpang di Ribuan Warung Tradisional

SABTU, 24 MEI 2014 | 17:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Relawan Buruh Sahabat Jokowi kian gencar mendukung pasangan Jokowi-Jusuf Kalla (Jkw-JK). Dalam waktu dekat mereka memasang atribut di warung-warung tradisional sebagai bentuk sosialisasi Jkw-JK.

Koordinator Relawan Buruh Sahabat Jokowi, Andi Gani Nena Wea, mengatakan, akan ada ribuan warung tradisional yang dipasangi spanduk "Warung Sahabat Jokowi". Sebanyak 28 Provinsi di seluruh Indonesia akan dipasangi spanduk tersebut.

"Warung yang dipasang spanduk ini merupakan keihklasan dari pemilik warung dan ini inisiatif saya sendiri serta kawan-kawan buruh Sahabat Jokowi," ujarnya usai melakukan pemasangan spanduk perdana di kawasan Green Garden, Kedoya, Jakarta Barat (Sabtu, 24/5).


Andi menjelaskan, warung tradisional digunakan karena visi misi Jokowi-JK yang ingin mempertahankan pasar kerakyatan. Relawan buruh Sahabat Jokowi menginginkan warung tradisional bertahan di tengah kepungan supermarket yang marak beredar di pemukiman padat.

"Warung ini bisa jadi simbol bagi visi Jokowi-JK,” jelasnya.

Selain aksi pemasangan spanduk Warung Sahabat Jokowi, lanjut Andi, sejumlah daerah juga akan melakukan berbagai kegiatan lain seperti penanaman pohon mangrove di Jakarta Utara, Bekasi dan Tangerang. Pembersihan alat kampanye Pemilihan Legislatif di Kudus, Pembuatan zebra cross di Purwakarta dan Subang, serta pembersihan Pura di Bali.

Andi mengaku optimis Relawan Buruh Sahabat Jokowi dapat turut membantu Jokowi memenangkan pertarungan Pilpres dalam satu putaran.

Rosyid, pemilik warung yang dipasangi spanduk, mengaku senang dengan pemasangan spanduk dari Relawan Buruh Sahabat Jokowi. Dirinya mengaku sangat bangga dapat ikut berpartisipasi dalam memenangkan pasangan Jokowi-JK. Dirinya hanya punya impian sederhana, yaitu terus mendapat sumber nafkah bagi keluarganya melalui warung tradisional. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya