Berita

Yingluck Shinawatra/net

Dunia

Nasib PM Yingluck Belum Jelas

JUMAT, 23 MEI 2014 | 22:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Nasib Perdana Menteri Yingluck Shinawatra belum jelas. Dia diamankan pihak militer sehari setelah kudeta diumumkan.

Yingluck diamankan bersama para politikus ke pusat fasilitas militer di Bangkok. Yingluck memasuki kompleks militer lalu menuju lokasi lain. Belum ada penjelasan resmi dari pihak militer soal status Yingluck.

Yingluck satu dari 100 politikus senior Thailand yang diamankan pihak militer ke pusat fasilitas militer di Bankok. Sementara sebanyak 155 politikus dilarang keluar dari Thailand.


Pimpinan kudeta jenderal Prayuth Chan Ocha mengambil alih kursi Perdana Menteri dan akan bertemu raja Bhumibol Adulyadej. Prayuth menyatakan tujuan utama kudeta untuk 'mengembalikan situasi negara menjadi normal'.

Militer Thailand melakukan kudeta setelah pernyataan keadaan darurat pada Selasa (22/5) lalu menyusul krisis politik yang melanda enam bulan terakhir. Krisis politik Thailand berawal dari unjuk rasa di ibukota Bangkok tahun lalu yang menuntut Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mengundurkan diri.

Pengunjuk rasa menganggap pemerintahan pimpinan Yingluck dikendalikan oleh abangnya, mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yang mengasingkan diri ke luar negeri setelah digulingkan dalam kudeta militer tahun 2006.

Upaya PM Yingluck dengan menggelar pemilu dini tidak berhasil memecah kebuntuan politik setelah kubu oposisi memboikot pemungutan suara. Pekan pertama Mei, Mahkamah Konstitusi memerintahkan Yingluck mengundurkan diri setelah dinyatakan bersalah menyalahgunakan kekuasaan. [dem]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya