Berita

net

Politik

'Pembelaan' Prabowo untuk SDA Dipertanyakan

JUMAT, 23 MEI 2014 | 20:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

'Pembelaan' capres dari Gerindra Prabowo Subianto terhadap Suryadharma Ali dipertanyakan.

Aktivis Gerakan Mahasiswa (Forum Gema) 77-78, Syafril Sjofyan menyatakan, seharusnya Prabowo bersikap tegas terkait penetapan SDA sebagai tersangka oleh KPK. Prabowo mestinya mendukung upaya pemeberantasan korupsi yang dilakukan KPK, bukan malah berkampanye di media SDA belum tentu korupsi.

Kemarin, KPK mengumumkan SDA menjadi tersangka dugaan korupsi dana haji tahun anggaran 2012-2013. SDA adalah Ketua Umum PPP, salah satu partai pengusung pencapresan Prabowo di pilpres Juli mendatang. SDA ditetapkan menjadi tersangka dalam kapasitasnya sebagai Menteri Agama.


"Bisa-bisanya menyatakan SDA belum tentu korupsi didasari penjelasan yang Anda terima dari SDA. Penetapan status tersangka terhadap SDA dilakukan oleh KPK. Kenapa Anda lebih percaya kepada SDA dari pada KPK?" keluh Syafril ke Prabowo.

Syafril menyatakan hal itu dalam surat terbuka berjudul Merindukan Capres yang Satu Kata dan Perbuatan. Redaksi memperoleh salinan suratnya. Berikut ini surat terbuka dari Syafril untuk Prabowo:

Merindukan Capres yang Satu Kata dan Perbuatan
(Surat Buat Sdr Prabowo Subianto)

Kepada Yth.
Prabowo Subianto

Merdeka,
Saya belum menentukan pilihan dalam pilpres mendatang. Saya sedang mengamati, meneliti dan menguji visi, karakter dan kompetensi dua pasang calon, terutama keperpihakan mereka terhadap tiga faktor yang selama ini menghambat Indonesia maju, 250 juta rakyatnya tidak sejahtera, yakni korupsi, feodalisme dan neoliberalisme.

Kasus SDA menjadi tersangka korupsi saya jadikan ujian pertama buat Prabowo Subianto.

Saya mengikuti berita dan video yang menampilkan pidato mengelegar disertai takbir dari Prabowo tentang para pencoleng, dan tentang teriakan jihad melawan para perusak negara. Saya sangat kagum. Saya merindukan pemimpin yang berani menyatakan perang terhadap koruptor dan pencoleng uang rakyat tanpa pandang bulu terhadap keluarga, anak, saudara, handai taulan, sahabat dan para pendukung.

Namun saya sangat kecewa dengan Anda. Bisa-bisanya Anda menyatakan SDA belum tentu korupsi didasari penjelasan yang Anda terima dari SDA. Penetapan status tersangka terhadap SDA dilakukan oleh KPK. Kenapa Anda lebih percaya kepada SDA dari pada KPK? Terus, Anda juga mengatakan harus menjunjung tinggi azas praduga tidak bersalah.

Korupsi merupakan tindakan pidana khusus yang dilakukan oleh orang-orang pintar dan pejabat. Karenanya pemberantasan korupsi harus menggunakan azas pembuktian terbalik. Ini yang seharusnya diperjuangkan oleh seorang presiden kedepan, menjadikan para koruptor sebagai musuh siapapun dia, dengan memperjuangkan penggunaan azas "pembuktian terbalik" bagi para koruptor.

Sebagai penutup surat terbuka ini saya mengajukan permintaan, seharusnya Anda terdepan menyatakan dukungan kepada KPK untuk melakukan tugas pemberantasan korupsi, tidak peduli yang dijerat orang di lingkungan Anda. Seharusnya pula, Anda mempelopori hadirnya azas pembuktian terbalik terhadap kejahatan korupsi yang sangat merusak sendi-sendi negara.

Bandung, 23 Mei 2014.
Aktivis Forum Gema 77-78, Ir. Syafril Sjofyan.
[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya