Berita

Politik

PILPRES 2014

Hasyim Muzadi: JK Negarawan Kelas Satu dari NU

JUMAT, 23 MEI 2014 | 17:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Cawapres Jusuf Kalla menemui mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi di pondok pesantren miliknya, Al Hikam Depok, Jawa Barat (Jumat, 23/5).

Hasyim menyatakan memberi dukungan kepada pasangan Jokowi-JK. Dukungan telah melalui pertimbangan matang. Hasyim menegaskan telah lama menunggu ada orang NU yang maju sebagai capres atau cawapres.

"Jadi saya mendukung pasangan yang ada NU-nya," katanya kepada wartawan.


Selain itu, kata Hasyim, ada pertimbangan rasional bahwa Jokowi dan JK adalah dua sosok yang suka kedamaian.

"Pak Jokowi dan Pak JK ini suka perdamaian dan memang sering mendamaikan konflik," jelas Sekjen Internasional Conference of Islamic Scholars (ICIS) ini.

Lebih lanjut, kiai kelahiran Bangilan Tuban ini mengatakan bahwa pada pasangan yang didukungnya itu ada sosok JK yang menurutnya merupakan sosok negarawan kader NU yang jempolan.

"Pak JK adalah negarawan kelas satu dari NU untuk saat ini," pungkasnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya