Berita

syarief hidayatullah/net

Politik

PILPRES 2014

Bang Yos Bawa Gerbong Kosong, Kader Ogah Pilih Jokowi

JUMAT, 23 MEI 2014 | 17:07 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Permintaan Ketua Umum PKPI Sutiyoso atau yang kerap disapa Bang Yos agar anggota PKPI memberikan suaranya untuk Jokowi-JK tampaknya tidak akan terwujud. Pasalnya, sejumlah kader dan caleg menyatakan akan mbalelo alias tidak akan menuruti permintaan tersebut.

"Pilihan menjatuhkan dukungan kepada Jokowi-JK tidak akan kami ikuti. Itu tidak sesuai dengan hati nurani kami. Elit PKPI mengambil keputusan tanpa meminta masukan dari kader-kader grass root sebagai ujung tombak partai," ujar Syarief Hidayatullah, caleg PKPI Dapil 8 Jakarta Selatan (Jumat, 23/5).

Dalam Pemilu legeslatif lalu, Syarief Hidayatullah lumayan banyak menangguk suara. Syarief menjelaskan, sikap mbalelo ke Prabowo-Hatta akan diikuti oleh sejumlah kader dan caleg tidak hanya di DKI Jakarta, tetapi juga di luar Jakarta. Dia menyebut caleg di daerah Pangkal Pinang, Nias Selatan, dan Cilacap yang dikabarkan mbalelo ke Prabowo.


Syarief mengatakan keputusan Bang Yos itu elitis, bukakn sikap arus bawah.  Karena mayoritas sikap arus bawah di PKPI menginginkan PKPI mendukung Prabowo.

"Secara visi dan misi, arus bawah ini lebih dekat ke Prabowo, bukan Jokowi. Kami yakin Prabowo merupakan pilihan yang tepat untuk Indonesia saat ini," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online.

Dia mengaku tidak takut jika sikap mbalelo ini nantinya akan mendapat sanksi dari  Bang Yos.

"Silakan kalau diberi sanksi," tantangnya.

Selain itu, kata Syarief, seharusnya Bang Yos mengundang partai-partai yang tergabung di dalamnya yang dulu tidak lolos sebanyak 14. Ke 14 partai ini lah yang turut andil dalam membesarkan PKPI.

"Banyak kader partai yang tergabung memperoleh kursi. Kita dulu kan milih berfusi dengan PKPI salah sayunya Partai Persatuan Pengusaha Indonesia atau P3I. Mestinya Bang Yos mendengar dan minta saran ke semua pihak," tambahnya.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya