Berita

presiden sby/net

SBY Terima Penghargaan Kenegarawanan Global WEF di Filipina

JUMAT, 23 MEI 2014 | 13:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima Penghargaan Kenegarawanan Global atau Global Statesmanship Award dari World Economic Forum (WEF). Penghargaan diserahkan oleh pendiri dan CEO WEF Klaus Schwab di Hotel Shangri-La, Manila, Filipina, Jumat siang (23/5).

Penghargaan didasarkan atas peran dan kontribusi SBY terhadap kemajuan ekonomi Indonesia, khususnya di bidang ekonomi dan pembangunan. WEF juga mengapresiasi naiknya peringkat Indonesia pada Global Competitiveness Index dari peringkat 50 pada tahun 2012 menjadi peringkat 38 pada tahun 2013.

"Saya merasa terhormat dengan ini penghargaan ini, dan dengan rendah hati saya menerimanya atas nama rakyat Indonesia yang terus menginspirasi dan menyemangati saya setiap hari," kata Presiden SBY dalam sambutan penerimaan penghargaan.


SBY mengaku sedikit gugup karena penghargaan ini juga menambah lebih banyak tekanan kepadanya. SBY berharap masyarakat tidak lantas memintanya membangun perdamaian dunia dalam sepekan. Namun, SBY bangga atas apa yang telah dicapai Indonesia sekarang ini.

"Saya juga menyadari bahwa sejarah pada akhirnya akan menilai masa kepresidenan saya dengan baik setelah saya meninggalkan kantor pada Oktober tahun ini," ujar SBY.

Menurut presiden dua priode ini, di tengah dunia yang bergolak yang ditandai dengan gejolak politik, ketidakpastian ekonomi, dan ketegangan strategis, Indonesia memang memiliki cerita yang bagus dibagikan, yang mungkin bisa menginspirasi orang lain.

Indonesia adalah negara berkembang yang maju pesat, dan merupakan anggota G-20. Indonesia, lanjut SBY, telah mencapai titik no return dalam pembangunan demokrasi. Indonesia telah membuktikan bahwa kita tidak harus memilih antara demokrasi dan pembangunan. Tapi kita bisa memiliki keduanya, kebebasan politik dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, secara bersamaan.

"Kami telah mencapai koneksi yang sering sulit dipahami antara demokrasi dan stabilitas. Kami telah mematahkan mitos, atau rasa takut, bahwa demokrasi akan memudarkan persatuan nasional. Sebaliknya, demokrasi telah membuat kami lebih bersatu. Kami telah menjadi contoh bahwa demokrasi, Islam, modernitas dapat bergandengan tangan," terang SBY presidenri.go.id.

Hebatnya, Indonesia bisa mencapai semua itu dalam waktu yang relatif singkat, yakni sekitar 4 sampai 5 tahun sejak reformasi dimulai pada tahun 1998 lalu. Ini tentu sebuah prestasi bersejarah yang bisa dibanggakan. Kondisi ini memungkinkan Indonesia untuk memainkan peran regional dan global yang lebih aktif.

Memang ada pandangan skeptis yang menyebut bahwa situasinya begitu kompleks dan tidak banyak sebenarnya peran pemimpin. Mereka menyebut pemimpin tidak penting, dan bahwa mereka tidak membuat perbedaan apapun.

Presiden SBY berpandangan sebaliknya. Kepemimpinan sepenuhnya penting untuk membawa kemajuan. "Dan ketika saya mengatakan kepemimpinan, saya tidak mengacu pada satu orang. Saya mengacu pada daftar panjang orang yang memiliki keberanian dan kreativitas untuk membuat perbedaan bagi komunitas mereka," SBY menjelaskan.

WEF sebenarnya merencanakan menyerahkan Global Statesmanship Award ini kepada Presiden SBY pada pertemuan WEF di Davos, Swiss, Januari lalu. Namun Presiden SBY berhalangan hadir. Selain SBY, dua penerima penghargaan sebelumnya adalah Presiden Brazil Lula da Silva (2010) dan Presiden Meksiko Felipe Calderon (2012).

Acara penyerahan Penghargaan Kenegarawanan Global ini dilakukan dalam acara makan siang peserta WEF on East Asia. Hadir sejumlah pimpinan perusaha ternama dunia. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya