Berita

jero wacik/net

ITW: Wacana Jero Wacik Konyol!

Segera Bangun Transportasi Layak
JUMAT, 23 MEI 2014 | 10:07 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Memasuki masa penghujung pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik melontarkan wacana konyol dimana pemerintah tidak akan menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi pada hari libur dan akhir pekan. Tujuannya, untuk menekan membengkaknya subsidi BBM.

Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan, menilai wacana itu akan berdampak buruk terhadap aktifitas masyarakat yang sebagian besar menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Bila wacana itu dilaksanakan, maka kegiatan lalu lintas dan angkutan jalan akan mengalami gangguan serius, bahkan melumpuhkan produktifitas dan kreatifitas masyarakat.

Menurutnya, wacana itu tidak relevan dengan upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Karena dengan tidak tersedianya BBM pada hari-hari tertentu maka aktifitas masyarakat juga akan terhambat.


"Karena wacana itu ngawur dan konyol maka tidak perlu diwujudkan," ujar Edison dalam siaran persnya, Kamis (22/5).

Ia menjelaskan, buruknya kondisi angkutan transportasi massal dan sarana jalan raya serta kemacetan yang belum bisa diurai oleh pemerintah adalah faktor utama mendorong masyarakat menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor. Langkah itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang memerlukan mobilitas yang tinggi dan serba cepat, maka tidak ada pilihan bagi masyarakat, dan terpaksa menggunakan kendaraan pribadi dalam melakukan aktifitas sehari hari. Meskipun jalan raya menjadi tempat yang kurang nyaman bahkan mengancam jiwa pengendara kendaraan bermotor, namun masyarakat rela.

Edison menjelaskan, meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi akan berimbas pemborosan waktu dan BBM, serta tingginya tingkat emisi yang pada akhirnya menjadi salah satu penyebab dampak negatif terhadap lingkungan, keselamatan dan juga bagi infrastruktur kota. Tetapi pemerintah tidak boleh menghindar dengan melontarkan wacana tidak akan menjual BBM subsidi pada hari libur dan akhir pekan. Adalah kewajiban Pemerintah memenuhi kebutuhan masyarakat seperti BBM, kendati dengan jumlah yang cukup besar, ditengah cadangan minyak mentah yang sudah menipis.

Penghematan BBM, lanjut Edison, menjadi tantangan bagi pemerintah untuk segera mewujudkan angkutan transportasi umum yang layak, murah, tepat waktu, aman dan nyaman. Apabila angkutan umum yang baik dan dapat terjangkau sudah tersedia, maka secara otomatis masyarakat tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi. Kemudian dilanjutkan dengan menetapkan kenaikan tarif parkir, menaikkan pajak kendaraan dan membuat ketentuan tentang kelayakan bagi calon pembeli mobil atau motor. Serta merevisi kebijakan terhadap produsen atau Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM).

"Jika  pemerintah sudah menyiapkan  angkutan umum yang baik. Kemudian pemerintah menjamin semua warga Indonesia wajib belajar hingga perguruan tinggi tanpa biaya. Serta menjamin tidak ada lagi warga Indonesia yang meninggal dunia karena tidak mendapat perawatan di rumah sakit, maka kami mendukung pemerintah mencabut subsidi BBM bahkan menaikkan harga BBM bahkan mendapat untung dari setiap liter yang terjual," demikian Edison Siahaan. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya