Berita

iluistrasi gus dur/net

PILPRES 2014

Gusdurian Tak Punya Pilihan

JUMAT, 23 MEI 2014 | 09:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Suara kaum Gusdurian nyaris tak terdengar di tengah hiruk pikik aktivitas dukung-mendukung capres-cawapres 2014. Padahal pengikut mazhab politik pluralisme kerakyatan yang dikembangkan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini jumlahnya diyakini puluhan juta.

Menurut Adhie M. Massardi, salah seorang pentolan Gusdurian, awalnya Gusdurian cenderung memilih Joko Widodo alias Jokowi. Tetapi, sikap ini terkoreksi setelah Muhaimin Iskandar menjadi salah seorang pendukung Jokowi-Jusuf Kalla.

Adhie yang merupakan jubir Gus Dur semasa Gus Dur menjabat presiden dan setelah Gus Dur dilengserkan, Gusdurian mencium bau KKN yang begitu menyengat dari pasangan Jokowi-JK. Terlebih mazhab JK adalah ekonomi antisubsidi BBM, tanpa membenahi inefisiensi dan korupsi gila-gilaan di sektor migas, atau apalagi melibas mafia migas.


"Kebijakan JK tempo hari memangkas subsidi BBM hanya kian menguntungkan para pemain di sektor migas dengan menambah beban ekonomi kepada rakyat,” jelas Adhie.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini juga mengatakan kaum Gusdurian tidak memiliki keraguan sedikitpun untuk menolak Muhaimin Iskandar.

“Semua orang tahu, Muhaimin menghardik Gus Dur hingga terusir dari PKB. Padahal baik dirinya (Muhaimin) maupun PKB dibesarkan dengan penuh kesungguhan oleh Gus Dur,” terang Adhie lagi.

Sebegitu terhinanya Gus Dur oleh Muhaimin, sampai-sampai Gus Dur tak pernah sekalipun memaafkan Muhaimin. Sikap Gus Dur ini berbeda bila dibandingkan terhadap Amien Rais, Megawati dan Akbar Tandjung yang ditengarai sebagai tokoh-tokoh di balik pelengseran Gus Dur dari kursi kepresidenan. Gus Dur mau memaafkan tokoh-tokoh itu.

Lalu apakah dengan demikian Gusdurian akan mendukung pasangan Prabowo-Hatta Rajasa?

“Belum tentu juga. Sebab meskipun di sana ada Mahfud MD, yang bisa saja diidentikan dengan figur Gus Dur, tapi pemerintahan yang akan dibangun Prabowo-Hatta bila nanti memenangi pilpres, belum memiliki tanda-tanda akan berjalan ke arah pluralisme kerakyatan,” jawabnya.

Menurut Adhie, kaum Gusdurian yang di dalamnya ada Nahdliyin dan umat non-Muslim pecinta persatuan dalam keberagaman serta demokrasi ini, akan menentukan sikapnya memilih pasangan Jokowi-JK atau Prabowo-Hatta bila masing-masing pasangan bisa menampilkan komposisi kabinet (bayangan). Sebab kalau hanya melihat capres-cawapres belaka, tidak ada yang meyakinkan.

“Kaum Gusdurian niscaya akan memilih pasangan capres-cawapres yang didukung kabinet (bayangan) yang memiliki integritas dan rekam jejak (track record) keberpihakan yang jelas kepada rakyat. Karena hanya orang-orang seperti itulah yang bisa merealisasikan janji-janji kampanye capres-cawapres,” tutup Adhie Massardi. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya