Berita

net

Politik

8 Ribu Pekerja Newmont Resah Diancam PHK

KAMIS, 22 MEI 2014 | 23:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pekerja PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) menentang rencana perusahaan mengurangi produksi dan merumahkan 90 persen karyawan.

Ketua Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT Newmont Nusa Tenggara Zainuddin Wanden mengaku sudah empat hari ini berada di Jakarta untuk mempertanyakan nasib pekerja.

Dia menuturkan telah bertemu dengan Ketua DPR Marzuki Alie sebagai upaya untuk menyampaikan keresahan 8 ribu pekerja di PT NNT. Zainuddin khawatir lantaran bayang-bayang PHK sudah di depan mata. Dia menilai, ancaman merumahkan para pekerja itu bukan isapan jempol belaka.


"Sudah ada 173 pekerja yang saat ini dirumahkan sementara oleh manajemen," katanya kepada wartawan (Kamis, 22/5).

Selain sudah ada pekerja yang dirumahkan, beredar selebaran-selebaran yang meminta para pekerja untuk bersiap dirumahkan. Dia menjelaskan, saat ini PT NNT mulai mengurangi sejumlah kegiatan baik produksi maupun aktivitas lainnya.

"Nasib kami saat ini di ujung tanduk karena tidak ada penjualan konsentrat di kuartal pertama ini. Kalau pemerintah tidak memberi kelonggaran bea keluar, perusahaan bakal tutup operasi dan kami akan kehilangan mata pencaharian," tuturnya.

Zainudin juga meminta kepada pemerintah untuk mengantisipasi jika memang PHK diberlakukan oleh pihak PT NNT.  "Jika dampak buruk memang terjadi PHK besar-besaran, kami ingin mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Pemerintah, apakah Pemerintah sudah menyiapkan opsi untuk menampung korban PHK ini."

Zainudin menilai, dampak berkurangnya aktivitas PT NNT juga dirasakan oleh masyarakat lingkar tambang saat ini, dirinya melihat dampak sosialnya bagi masyarakat lokal. Ada puluhan ribu masyarakat lokal yang terkena dampak jika terjadi PHK. Dia beserta para pekerja di PT NNT mengaku sudah menerima pemberitahuan adanya penjadwalan operasi tambang itu. Menurut dia, sekitar 40 persen penghasilan pekerja akan berkurang.

"Sebenarnya sesuai ketentuan, sebelum dihentikan operasi harus berbicara dulu dengan kami. Prinsipnya, keputusan merumahkan karyawan itu harus dirundingkan dulu," ucapnya.[dem]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya