Berita

Politik

Sadar Bukan Negarawan, Mahfud MD Pun Pimpin Pemenangan Prabowo-Hatta

KAMIS, 22 MEI 2014 | 18:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Ketua MK Mahfud MD dikecam keras karena menerima tawaran memimpin Ketua Tim Nasional Pemenangan Prabowo-Hatta. Salah satu kecaman, bisa-bisanya Mahfud yang seorang negarawan atau bapak bangsa memberi pemihakan dalam pilpres.

"Saya sendiri serba dilematis. Tapi saya segera menyadari bahwa saya tak pernah menyebut diri sebagai negarawan atau bapak bangsa. Terlalu tinggi bagi saya cap sebagai negarawan atau bapak bangsa. Saya tetaplah hanya pelaku politik yang ingin memperjuangkan keyakinan, kebenaran, dan tegaknya hukum berdasar pilihan-pilihan politik saya tetapi dengan prinsip politik yang bersih dan berakhlak," kata Mahfud dalam pidato pengumuman menjadi Ketua Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Hatta di kantor MMD Insiatif, Jakarta, sesaat tadi (Kamis, 22/5).
 
Mahfud tegaskan sampai jam 11 kemarin malam dirinya terus berkonsultasi dengan para kiai, tokoh-tokoh LSM, dan tokoh masyarakat sebelum akhirnya memutuskan bersedia memimpin tim pemenangan Prabowo-Hatta. Sebagai orang yang tak lebih dari sekedar pemain politik sesuai dengan konstitusi, pilihan tersebut diambil Mahfud sebagai bagian dari langkah memperjuangkan tegakknya kebaikan.


Mengutip Imam al-Ghazali, Mahfud katakan, bahwa memperjuangkan nilai kebaikan agama itu takkan efektif kalau tak punya kekuasaan politik. Nilai luhur agama adalah saudara kembar dari perjuangan politik. Inilah juga yang menjadi dasar perlunya politik yang berakhlak luhur.

"Berpolitik bagian dari kewajiban syar’ie karena tanpa politik kita tak bisa merealisasikan nilai kebaikan yang harus diperjuangkan melalui struktur kekuasaan," demikian Mahfud.[dem] 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya