Berita

Politik

PILPRES 2014

Mahfud MD Langsung Gembosi PKB

KAMIS, 22 MEI 2014 | 17:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengumumkan dirinya memimpin Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Hatta. Mahfud menegaskan tetap menjadi pendukung PKB meski partai yang pernah menjanjikannya menjadi capres atau cawapres itu kini menjagokan Jokowi-JK.

"Saya sama sekali tidak mencabut dukungan kepada PKB, karena dukungan itu sudah diberikan pada saat Pileg dan itu takkan bisa lagi dicabut," kata Mahfud dalam pidatonya saat mengumumkan menjadi Ketua Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Hatta di kantor MMD Insiatif, Jakarta, sesaat tadi (Kamis, 22/5).
 
Karena itu pula kata Mahfud mengingatkan, elit atau kader PKB yang seaspirasi dengan dirinya mendukung Prabowo-Hatta tak perlu mencabut dukungan. Tetaplah mendukung PKB.


Meski begitu, Mahfud tak menjamin kader dan akar rumput PKB mengikuti jejaknya memilih Prabowo-Hatta di pemilu. Soal pemilihan presiden, setiap orang bisa memilih sendiri-sendiri sesuai dengan keyakinan tentang siapa yang paling bisa diberi amanah dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Begitu juga dengan kader PKB. Jika pada pileg lalu memilih PKB tapi kalau di pilpres Prabowo-Hatta dianggap pasangan terbaik, maka pilihlah.
 
"Pemilihan presiden sepenuhnya adalah pemilihan pemimpin yang bersifat personal. Pengikut partai apa pun tak bisa diikat untuk mengikuti pilihan partainya dalam pilpres. Mereka bebas memilih yang terbaik dari pasangan-pasangan capres/cawapres yang tersedia," demikian Mahfud.[dem]  

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya