Berita

Politik

PILPRES 2014

Inilah Pekerjaan Besar Jokowi atau Prabowo Jika Terpilih

RABU, 21 MEI 2014 | 19:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden mendatang mempunyai pekerjaan rumah yang besar yaitu membenahi carut marut sektor energi dan tambang mulai dari membangkaknya subsidi energi dan masalah kontrak kerja migas.

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI) Sofyano Zakaria mencatat, sejumlah persoalan besar yang menjadi tantangan di sektor energi dan sumber daya mineral. Menurut dia, presiden yang baru harus memaksimalkan pendapatan negara di sektor energi dan mineral. Peningkatan pendapatan harus menjadi program kerja prioritas pemerintahan baru.

"Apakah para capres dan cawapres sudah memiliki konsep yang jelas soal ini dan mampu diwujudkan," ujarnya di Jakarta (Rabu, 21/5).


Selain itu, kata dia, presiden yang baru juga harus menjawab soal keberadaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) jika dikaitkan dengan amanah UUD 45 terutama pasal 33 dimana seluruh cabang-cabang strategis dikuasai oleh negara. Dari pengalaman selama ini, upaya peningkatan pendapatan di sektor ESDM terkesan hanya melanjutkan program yang ada sebelumnya.

Tantangan lainnya, kata dia, adalah bagaimana meningkatkan produksi minyak nasional. Target lifting minyak dalam 10 tahun pemerintahan terakhir terus merosot. Lifting 870 ribu barel yang dipatok dalam APBN 2014 kembali meleset, hanya tercapai kurang dari 820 ribu barel.

"Akankah presiden dan wapres baru nantinya mampu menggenjot  target produksi sejuta barel bisa terlampaui ke depan, lalu bagaimana caranya?" tanyanya.

Selain itu, dia bilang, presiden baru juga harus memaksimalkan pasokan gas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ke depan, pemerintah mau tidak mau harus mampu menjalankan tata kelola dan  manajemen gas yang terintegrasi yang meliputi pengelolaan gas secara menyeluruh termasuk Liquid Natural Gas (LNG) dan Compressed Natural Gas (CNG).

“Lalu bagaimana nasib regulator di bidang migas (SKK Migas) yang kini keberadaannya hanya  didasarkan keputusan presiden (Keppres) karena revisi UU Migas yang tidak pernah selesai,” katanya.

Di bidang ketenagalistrikan nasional, maraknya kasus pemadaman dan rendahnya rasio elektrifikasi masih menjadi pekerjaan rumah presiden baru. Program ketenagalistrikan masih perlu ditata ulang untuk memperkuat dan keandalan pasokan listrik di seluruh wilayah Indonesia. Apalagi peningkatan rasio elektrifikasi tersebut menjadi indikator penting untuk memastikan roda perekonomian rakyat di daerah berjalan baik.

Pemerintah mendatang, katanya, juga harus berani membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Sebab UU No 17/2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Tahun 2005-2025 mengamanatkan bahwa paling lambat pada 2019 sudah dibangun PLTN.

Di bidang pertambangan, presiden mendatang harus berani untuk meneruskan kebijakan larangan ekspor tambang sebagai amanah. Apalagi, kebijakan itu sudah menjadi amanat UU No 9 Tahun 2009.

"Akankan nantinya pemimpin baru  tunduk akan kekuatan asing yang terusik dengan undang-undang tersebut," katanya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya