Berita

Politik

PILPRES 2014

Habib Kwitang: Jokowi Tidak Amanah, Mari Pilih Prabowo

RABU, 21 MEI 2014 | 16:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bagi Majelis Taklim Kwitang, Pilpres 2014 merupakan momentum penting mengatasi krisis kepemimpinan. Oleh karenanya diharapkan, Pilpres 2014 bisa melahirkan pemimpin yang bisa menjadikan negara ini menjadi baik dan bermartabat.

Dalam rangka itu, Habib Ali bin 'Abdur Rahman al-Habsyi atau biasa akrab disebut Habib Kwitang mengeluarkan maklumat bagi jamaahnya untuk tidak salah memilih dalam Pilpres mendatang. Dalam maklumatnya, Habib Kwitang menyerukan untuk memilih calon presiden yang beritikad baik memajukan bangsa dan negara.

"Saya mengajak kepada seluruh pencinta dan jamaah Majelis Taklim Kwitang dan majelis atau pengajian yang mengikuti ini majelis, bersama-sama mendukung dan memilih Prabowo Subianto menjadi presiden Indonesia. Beliau adalah orang yang betul dan benar bersungguh-sungguh ingin membuat negara ini menjadi baik dan bermartabat seperti dulu," kata Habib Kwitang dalam maklumatnya.


Maklumat disampaikan langsung oleh Habib Kwitang di atas mimbar di hadapan ribuan jamaah pada Minggu 18 April 2014. Takbir dan shalawat menggema saat maklumat disampaikan.

Habib Kwitang mengatakan maklumat disampaikan karena melihat keadaan yang krisis dalam kepemimpinan dan dikhawatirkan umat salah dalam menentukan presiden.

Dikatakan dia, sejak zaman enjid (kakek) dan juga zaman diirinya punya walid (bapak), Majelis Taklim Kwitang selau netral di dalam menentukan sikap terhadap pemilu di dalam mengajak jamaahnya. Namun melihat keadaan yang krisis dalam kepemimpinan dan dikhawatirkan umat salah dalam menentukan presiden, maka dirinya menyampaikan ajakan untuk memilih Prabowo.

Habib Kwitang menegaskan Prabowo sosok yang memiliki itikad baik dibanding pesaingnya, Joko Widodo alias Jokowi. Menurut dia, Jokowi sosok yang tidak amanah karena memaksakan diri mencalonkan presiden.

"Tidak bisa dibiarkan orang yang tidak amanah memimpin negara," serunya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya