Berita

poempida hidayatulloh/net

Politik

Jubir JK Kaget dengan Sikap Akbar Tanjung

RABU, 21 MEI 2014 | 11:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Jurubicara Cawapres Jusuf Kalla, Poempida Hidayatulloh mengatakan salah satu platform Partai Golkar itu adalah non-diskriminatif. Dirinya sangat kaget dengan statement Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tanjung tentang 'siapa yang mendukung Jokowi-JK harus dipecat, tetapi JK sebagai cawapres tidak perlu dipecat'.

"Menurut saya ini sangat tidak sesuai dengan azas non-diskriminatif Golkar dan jelas terjadi inkonsistensi dalam konteks tata kelola kepartaian di Golkar," kata Poempida dalam keterangannya, Rabu (21/5).

Poempida mempertanyakan apa yang kemudian disebut oleh Akbar mengenai loyalitas pun akan menjadi sumir, apakah yang dimaksud itu loyalitas pada kewibawaan partai atau kebijakan seorang ketua umum. Pasalnya, jelas Golkar dalam berbagai sudut pandang AD/ART tidak dapat dipersonifikasi oleh seorang ketua umum.


Namun, lanjut Poempida, dirinya bisa pahami, Bang Akbar mengeluarkan statement seperti itu dalam konteks melegitimasi kebijakan pemecatan yang dikeluarkannya di tahun 2004 kepada  Fahmi Idris Cs karena mendukung cawapres Jusuf Kalla yang dicalonkan oleh Partai Demokrat, SBY-JK.

"Tidak perlu kemudian saya ceritakan apa yang terjadi di 2004. Agar kemudian semua pihak belajar dari momen tersebut untuk kebaikan dan soliditas Golkar di masa yang akan datang. Ini 2014 bukan 2004, mari kita buat lembaran baru," tandas Anggota DPR ini. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya