Berita

denny JA/net

PILPRES 2014

Denny JA: Pemilih Golkar Lebih Banyak Pilih Jokowi

RABU, 21 MEI 2014 | 08:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tidak hanya kalangan pengurus dan kader Partai Golkar, pemilih partai itu juga terbelah antara mendukung Joko Widodo atau Prabowo Subianto. Survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bulan Mei ini menunjukkan pemilih Golkar justru lebih banyak ke Jokowi (32.34 persen) dibanding ke Prabowo (24.15 persen).

Juga, pemilih Golkar lebih banyak ingin berkoalisi dengan PDIP (41.3 persen) dibandingkan dengan Gerindra (24.7 persen).

Demikian disampaikan pendiri LSI, Denny JA, Rabu pagi (21/5).


"Kita memahami sulitnya posisi ARB selaku ketua umum ketika harus memutuskan arah koalisi. Sebagai ketum partai terbesar kedua, tentu ARB harus rasional, dan Gerindra/Prabowo lebih memberikan kejelasan power sharing," ujarnya.

Tetapi, Denny JA mengingatkan, pengurus dan kader Golkar lainnya juga adalah warga negara yang punya kesadaran politik dan perhitungan sendiri.

Bukan baru kali ini Golkar terbelah. Hal yang sama juga terjadi pada 2004 dan 2009. tiga partai politik lain peserta Pemilu 2014 adalah keturunan Golkar. Mereka adalah Hanura hasil fragmentasi 2004, Gerindra berdiri pada 2008, serta Nasdem hasil fragmentasi 2009. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya