Berita

hasyim muzadi/net

Penuhi Janji, Hasyim Muzadi Pilih Jokowi

RABU, 21 MEI 2014 | 00:07 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi menyampaikan dukungannya untuk pasangan Jokowi-Jusuf Kalla di Pilpres 2014. Sikap politik ini diambil Hasyim sebagai konsekuensi atas janji yang disampaikannya sebelum pasangan capres cawapres yang ada mendaftar ke KPU.

"Tempo hari saya menyatakan bahwa saya akan memilih capres cawapres manapun yang ada tokoh NU-nya. Ternyata sekarang yang ada adalah pasangan Jokowi-JK. Saya harus konsekwen terhadap apa yang saya katakan, yakni saya memilih Jokowi-JK," kata Hasyim dalam pesan singkatnya yang diterima redaksi sesaat tadi (Selasa, 20/5).

Hasyim Muzadi menegaskan keputusan mendukung Jokowi-JK bukan semata-mata dilandasi fanatisme ke-NU-an dirinya, tetapi karena realitas yang ada. Saat ini, katanya, mayoritas muslim adalah warga NU, dan NU telah membuktikan sikap kebangsaan dalam sepanjang sejarah Indonesia.


"Siapapun tidak bisa meragukan keislaman dan ke-NU-an JK. Integritas, visi dan kompetensi JK dalam masalah kenegaraan juga tidak diragukan lagi.  Hasil-hasil amalnya sudah jelas dalam mengatasi konflik agama, masalah Aceh dan lain sebagainya. Beliau berani dan tidak ekstrim," papar Hasyim.

Hasyim berharap jika terpilih JK yang dikenal sebagai pengusaha bisa mengembangkan ekonomi pribumi bersama Jokowi dengan tanpa  membuat kegoncangan global atau rasialis seperti yang dilakukan Mahatir Mohammad di Malaysia.

"Semoga yang sependapat dengan saya melakukan pilihan yang sama, yakni Jokowi-JK," demikian Hasyim.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya