Berita

Sabam Sirait

Wawancara

WAWANCARA

Sabam Sirait: Saya Wajib Ikut Putusan Partai Untuk Sosialisasikan Jokowi-JK

SELASA, 20 MEI 2014 | 10:31 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Politisi senior PDI Perjuangan Sabam Sirait akhirnya menerima Jusuf Kalla (JK) menjadi cawapres Jokowi.

“Kalau itu sudah menjadi keputusan, saya mendukung dan mensosialisasikan duet Jokowi-Jusuf Kalla,’’’ujar Sabam Sirait kepada Rakyat Merdeka, yang dihubungi via telepon, kemarin.

Sebelumnya Sabam menyarankan agar bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD sebagai pasangan Jokowi. Sebab, sosok Mahfud memenuhi beberapa persyaratan ideal yang bisa melengkapi Jokowi.


“Saya sudah sampaikan itu kepada Mega (Ketum PDI Perjuangan). Kalau terlalu tua menggurui nanti, dan Pulau Madura itu berbeda dengan Pulau Jawa,” ujar Sabam dalam sebuah diskusi, di Jakarta, Kamis (15/5).

Sabam Sirait selanjutnya mengaku dirinya pernah meminta agar tidak berkoalisi dengan Partai Golkar untuk menghadapi Pilpres 9 Juli mendatang.

 â€œSepengetahuan saya, JK direkrut atas nama pribadi dan tidak membawa gerbong Golkar. Sebagai orang partai yang patuh, saya akan mentaati keputusan tersebut,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:
 
Kenapa Anda tidak setuju kalau Jokowi berpasangan dengan JK?
Ini bukan soal suka atau tidak terlalu suka. Saya tidak setuju PDI Perjuangan berkoalisi dengan Partai Golkar. Itu sikap saya, dan itu tidak terjadi. JK kan bukan Golkar.
 
Anda akan ikut berjuang untuk memenangka pasangan ini dalam pilpres mendatang?
Seperti yang saya sampaikan tadi, saya adalah orang partai yang tertib. Ketika sebuah keputusan sudah dijatuhkan, maka saya mengikuti keputusan itu.

Pandangan saya boleh berbeda. Tapi setiap partai mengeluarkan keputusan, saya akan menerima kebijakan itu sebagai hasil musyawarah partai. Namun saya tidak bisa memastikan apakah Jokowi mendapat tambahan suara. Menurut saya, Jokowi akan lebih mudah memenangkan pilpres jika dipasangkan dengan Mahfud.
 
Sejumlah lembaga survei memprediksi pasangan tersebut lebih memiliki peluang untuk menang?
Kepercayaan dan keyakinan kita kan bisa beda-beda. Bukan hanya agama yang boleh berbeda. Keyakinan politik juga boleh berbeda.

Menurut saya, Jokowi akan mendapat penambahan suara signifikan jika berkoalisi dengan Mahfud. Terakhir, Mahfud sudah mendapat dukungan dari kalangan NU. Saya kira itu akan mendatangkan suara lebih banyak untuk Jokowi.

Orang boleh berpendapat beda. Mungkin ada yang menyatakan, Indonesia bagian timur akan memberi suara kepada Jokowi-JK. Kita lihat saja.
 
Artinya, Anda belum menerima keputusan ini?
Saya tidak terima sejak semula. Karena DPP mencalonkan JK sebagai wapres. Tapi saya tidak akan melawan keputusan DPP. Seperti saat saya memimpin partai, saya tidak mau ada kader yang melawan keputusan atau agenda partai.

Saya adalah salah seorang pendiri PDI yang masih hidup. Waktu saya memimpin, saya usahakan semua kader maupun fungsionaris mengikuti arah dan kebijakan partai. Semua harus menjalankan dan mematuhi. Sekarang pun demikian.

Bagaimana kalau Anda diajak berkampanye?

Ya, akan saya lakukan. Saya sudah dijadwalkan untuk berkampanye di beberapa wilayah. ***

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

KKB dan Ancaman Nyata terhadap Kemanusiaan di Papua

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:59

Telkom Turunkan 20 Ribu Personel Amankan Layanan Telekomunikasi

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:40

Salat Id Sambil Menikmati Keindahan Gunung Sumbing dan Sindoro

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:19

PKS Minta DPR dan Pemerintah Rombak APBN 2026

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:55

Ketika Gerakan Rakyat Kehilangan Akar

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:35

BGN Perketat Pengawasan Sisa Pangan dan Limbah MBG

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:15

Tokoh Perempuan Dorong Polri Telusuri Dugaan Aliran Dana Asing

Jumat, 20 Maret 2026 | 03:59

Arsitek Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu di Timor Leste

Jumat, 20 Maret 2026 | 03:33

Pertemuan Prabowo-Megawati Panggilan Persatuan di Tengah Kemelut Global

Jumat, 20 Maret 2026 | 03:13

Pengamanan Selat Bali

Jumat, 20 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya