Berita

Politik

Prabowo Terharu Atas Langkah Jarang Golkar

SENIN, 19 MEI 2014 | 17:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Calon presiden dari Gerindra Prabowo Subianto merasa terhormat atas keputusan Golkar mendukung dirinya pada Pilpres 9 Juli mendatang.

Prabowo tak menyangka Golkar bersedia mengalirkan dukungan padahal perolehan suara mereka di Pileg lebih besar dari Gerindra.

"Peristiwa ini sangat jarang. Saya sangat terharu," kata Prabowo di kediaman Ketum Golkar Aburiza Bakrie, Jakarta, sesaat tadi (Senin, 19/5).


Dia memastikan dukungan Golkar terhadap dirinya disampaikan tanpa menuntut syarat sebagaimana yang dipikirkan orang lain.

"Ini atas sikap kenegarawanan Pak Aburizal dan pimpinan Golkar lainnya, dengan memperhitungkan kepentingan lebih besar untuk bangsa dan negara," sambung dia.

Dalam penjajakan, Ical menawarkan kepada Prabowo bahwa Golkar ikut bergabung dengan poros Gerindra, PAN, PPP dan PKS tapi dirinya tidak ikut. Prabowo menolak dan mengatakan dukungan harus dari Golkar dan Ical. Ical, kata Prabowo, adalah orang yang berprestasi, pemimpin dan pribadi yang harus dibanggakan.

"Saya menerima dukungan ini. Kita membutuhkan kekuatan yang bergabung. Pribadi-pribadi, otak-otak terbaik bangsa harus bersatu," demikian Prabowo.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya