Berita

Saleh Partaonan Daulay/net

Politik

Deklarasi Prabowo-Hatta Mengenang Sejarah Perjuangan Bangsa

SENIN, 19 MEI 2014 | 16:09 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Deklarasi pasangan capres dan cawapres Prabowo-Hatta (Senin, 19/5) sarat dengan makna-makna simbolik. Salah satunya adalah deklarasi yang dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Selain untuk menanamkan niat suci untuk membangun Indonesia, pembacaan ayat suci ini juga sekaligus merupakan nasihat kepada pasangan Prabowo-Hatta.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay di Jakarta sesaat lalu, Senin (19/5).

"Pemilihan surat Al-Imran ayat 23 yang dibacakan tidak sembarangan. Ayat itu memiliki makna sangat dalam. Kandungan ayat itu adalah bagaimana menyadarkan seluruh manusia atas kekuasaan Allah. Di situ ditegaskan bahwa Allah-lah yang memiliki kekuasaan untuk memberikan kekuasaan dunia kepada siapa yang Dia kehendaki dan sebaliknya menarik kekuasaan itu dari siapa yang Dia kehendaki," kata dia.


Dengan begitu, lanjut Saleh, deklarasi ini sekaligus juga penyerahan diri sepenuhnya seluruh partai pendukung agar Allah memudahkan jalan bagi Prabowo-Hatta untuk memimpin Indonesia. Pasangan ini tentu menyadari bahwa apa pun penilaian manusia terhadap pasangan-pasangan capres dan cawapres yang ada, tentu kekuasaan Tuhan yang paling sangat menentukan.

"Karena itu, klaim-klaim yang ada selama ini belum tentu cukup untuk memenangkan pilpres yang sebentar lagi akan digelar," ungkapnya.

Selah menambahkan, nuansa deklarasi yang ada sangat dipenuhi oleh nuansa perpaduan antara nasionalisme dan religiousitas. Apalagi, partai-partai pendukung ini mewakili partai-partai berlatar belakang nasionalisme dan partai-partai Islam. Kombinasi kedua hal ini menjadi penting untuk tetap dipertahankan sehingga terdapat keseimbangan dalam upaya memajukan dan mensejahterakan rakyat.

"Terus terang, ini mengingatkan kita pada sejarah perjuangan bangsa. Kemerdekaan dan capaian-capaian yang diperoleh selama ini adalah berkat kerja keras semua elemen bangsa baik yang berasal dari elemen nasionalis maupun lembaga-lembaga sosial keagamaan. Itu adalah kekuatan dan modal utama kita selama ini," tandas Saleh yang juga Ketua DPP PAN ini. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya