Berita

sby/net

Politik

Dinasti Politik SBY Sungguh Terlalu

MINGGU, 18 MEI 2014 | 11:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Partai Golkar dan Partai Demokrat dipastikan bakal membentuk poros baru untuk menghadapi Pilpres 2014. Pasangan calon presiden dan wakilnya pun sudah disiapkan, yaitu dengan mengusung Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dengan adik ipar SBY Pramono Edhie Wibowo.

"Jika ARB-Pramono menjadi paket capres dan cawapres hasil koalisi Golkar-Demokrat, nepotisme politik SBY sungguh terlalu," kata Sekjen Bengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), A. Jabidi Ritonga kepada redaksi, Minggu, (18/5).

Menurut Jabidi, panggung politik yang dipertontontan oleh leit saat ini tidak menarik sama sekali, butuh argumentasi kuat kenapa pasangan ini dan itu dikawinkan, misal apakah ini paket dalam menjawab berbagai persoalan kebangsaan, atau bentuk jalan buntu membangun koalisi pasca pileg yang telah merontokkan Partai Demokrat,


"Tapi yang pasti koalisi jangan sampai memaksakan ego keluarga, sehingga nepotisme buta. Akibatnya tidak hanya melukai perasaan banyak rakyat, terlebih khususnya juga peserta Konvensi Demokrat," imbuhnya.

Jabidi berharap pasangan capres dan cawapres di pemilu 2014 ini adalah sebuh bentuk kesadaran bernegara dan menyelamatkan masa depan bangsa, bukan hasil kompromi politik yang hanya bagi-bagi kekuasaan. Pemilu tahun ini khususnya bagi mahasiswa adalah pilihan yang delematis dan tidak strategis, pilihan yang dapat melukai hati, pilihan yang seakan menghiati arti sebuah perjuangan bersama mahasiswa, pilihan yang sama sekali tidak mencerminkan etika politik sesungguhnya.

"PMII akan hadir dalam bentuk sikap yang lebih mengedepankan kepentingan rakyat, kepentingan dimana masa depan bangsa lebih penting ketimbang siapa presiden kedepan," tegas Jabidi.

Ia menambahakan, Pemilu 2014 kali ini sangat buruk jika dilihat dari proses dan hasilnya, pemilu yang sama sekali tidak mencerminkan negara sehat, transaksional politik dan nepotisme buta, semua terkesan dipaksakan dengan alasan ambang batas waktu yang sudah ditetapkan, sedangkan persoalan masih ditemukan disana sini.

"Mungkin bahasa yang tepat, 'siap tidak siap kumpul'," tandas Jabidi. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya