Berita

Despen Ompusunggu/net

Politik

Politisi Nasdem: Koalisi Jokowi Jangan Banci

MINGGU, 18 MEI 2014 | 10:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Koalisi atau kerjasama partai politik untuk mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden, harus didasari ideologi, platform dan tujuan jelas. Bukan sekedar pragmatisme mencari keuntungan jangka pendek berbasis uang, atau bayangan ketakutan terhadap kekalahan, yang kemudian warna politiknya tidak jelas.

PDI Perjuangan sebagai pemimpin koalisi, bersama Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Hanura, harus konsisten dengan pendirian dalam memilih kawan atau sekutu politik untuk menata, merubah dan memperbaiki bangsa Indonesia ke depan, berdasarkan platform perjuangan yang jelas, termasuk mempertimbangkan faktor kesejarahan politik nasional.

"Jika sudah yakin rakyat akan memilih Jokowi dalam Pilpres, maka cukup bersama PKB dan Partai Nasdem, guna memenuhi prosedur administratif mengajukan Capres. Bukan justru membuka pintu kepada partai politik mana saja, asalkan mau tanpa syarat. Kalau sikap seperti itu, iya namanya koalisi banci tanpa kejelasan kelamin politik," tutur Politisi Partai Nasdem Despen Ompusunggu di Jakarta, Minggu (18/5).


Terkait adanya kekhawatiran tidak akan menguasai mayoritas di parlemen, sehingga mengganggu jalannya pemerintahan ke depan, bukanlah ancaman yang mutlak diperhitungkan, mengingat presiden juga dipilih langsung oleh rakyat.

Artinya, sepanjang kebijakan memihak rakyat, maka anggota DPR sebagai wakil rakyat akan mendukungnya, karena banyak cara yang bisa digunakan meloloskan kebijakan pemerintah, asalkan benar-benar untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

Menurut fungsionaris DPP Partai Nasdem ini, terminologi koalisi yang kini diistilahkan sebagai kerjasama politik tanpa syarat, sebenarnya tidaklah seutuhnya benar, karena semua Parpol yang bergabung pastilah mengharapkan dan memperjuangkan kepentingan masing-masing, untuk berkuasa sekaligus mendapatkan keuntungan.

"Di mana pun di dunia ini, no free lunch atau tidak ada yang makan gratis dalam politik. Janganlah menciptakan utopia politik, kepura-puraan atau kemunafikan dan model pembodohan baru kepada rakyat. Kita perlu kejujuran, transparansi dan konsistensi perjuangan, bukan sekedar pencitraan yang justru kontradiktif," ujar Despen.

Kebersamaan memang dibutuhkan untuk mengurus Indonesia sebagai negara bangsa yang besar, tetapi berpolitik juga memerlukan pembelajaran, termasuk memberikan hukuman bagi mereka yang pernah diberikan kepercayaan oleh rakyat, tetapi kemudian menyalahgunakannya, bahkan menjadi beban dan benalu bagi negara sepanjang masa. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya