Berita

jusuf kalla/net

Politik

Sekjen PDIP: Nama JK Belum Diputuskan

MINGGU, 18 MEI 2014 | 10:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. PDI Perjuangan membantah Wakil Presiden 2004-2009 Jusuf Kalla (JK) telah ditetapkan sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Tjahjo Kumolo mengatakan, persoalan cawapres yang mendampingi Jokowi merupakan persoalan yang penting dan strategis serta sangat menentukan masa depan bangsa dan negara Indonesia.

"Karena itulah penetapan cawapres pasti akan dilakukan Pak Jokowi dengan cara seksama, cermat, hati-hati dan melalui berbagai pertimbangan yang mendalam khususnya dari Pak Jokowi dan Ibu Megawati Soekarnoputri serta didiskusikan dengan pimpinan parpol kerjasama lainnya seperti Nasdem, PKB dan Hanura," kata Tjahjo, Minggu (18/5).


Lanjut Tjahjo, PDIP menekankan bahwa capres dan cawapres merupakan satu kesatuan kepemimpinan nasional. Kepemimpinan nasional yang diusung merupakan kepemimpinan Trisakti yang memiliki komitmen besar terhadap Pancasila, UUD 1945, Kebhinekaan Indonesia dan NKRI serta mendedikasikan hidupnya untuk rakyat.

Atas dasar itu, kata Tjaho, cawapres Jokowi akan disampaikan pada momentum yang tepat sebelum tanggal 20 Mei batas akhir pendaftaran KPU.

"Nanti akan disampaikan secara langsung oleh Pak Jokowi sebagai capres dan Ibu Megawati serta didampingi oleh Ketua Umum Partai pengusung lainnya," tandas Anggota DPR ini.

Informasi yang berkembang, nama JK akhirnya diputuskan menjadi cawapres pendamping Jokowi. Keputusan menggaet mantan ketua umum Partai Golkar itu diambil oleh intern PDI Perjuangan, kemarin, dan selanjutnya dideklarasikan Senin besok (19/5). [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya