Berita

Munawar Fuad/net

Politik

Dibutuhkan Koalisi Sejati, Bukan Koalisi Basa-basi

MINGGU, 18 MEI 2014 | 06:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pendaftaran bakal calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) sudah dibuka hari ini oleh KPU, namun rakyat masih disuguhkan tontotan bak sinetron koalisi partai dan Capres-Cawapres. Para aktor Capres-Cawapres, elit partai masih asyik kasak-kusuk menggalang koalisi. Faktanya, masih belum ada pasangan real  dan berani men-declare duluan.

"Tetap saja belum ada pasangan yang final dan siap saji ke tengah publik. Sebagian partai terlihat panik, tergesa dan instant," kata pengamat politik dari Universitas Presiden, Munawar Fuad dalam keterangannya, Minggu (18/5).

Selanjutnya belum ada actor Capres-Cawapres yang getol bicara visi, misi dan program nyata. Padahal, rakyat butuhkan “koalisi sejati”, bukan “koalisi basa-basi” atau “koalisi  asal jadi.” Koalisi asal jadi, kata Fuad, ditandai dengan segala upaya partai berkoalisi sembari mengusung pasangan Capres-Cawapres asal jadi, dengan segala cara yang penting jadi presiden-wakil presiden; dengan cara apapun. Asal jadi menteri dalam kabinet koalisi mendatang.


"Jangan-jangan hasilnya akan berwujud Presiden jadi-jadian dan turunanannya pemerintah jadi-jadian. Bukan yang dikehendaki rakyat," ungkapnya.

Menurut Fuad, koalisi basa-basi ramai dengan saling sapa, saling kunjung dan saling lempar kata. Padahal cuma basaibasi. Rakyat melihat banyak perilaku elit politik yang penuh ambisi, saling berburu kuasa dan cuma pencitraan di depan kamera dan publik, agar terlihat harmonis padahal saling sandera dan saling jegal.

"Koalisi sejati tentunya, lebih pada koalisi yang dibangun berdasarkan visi, misi, platform dan agenda yang jelas. Titik temu koalisi pada cita bersama dan kepentingan bersama, demi bangsa dan negara yan terus lebih baik," jelasnya.

Semestinya para aktor Capres-Cawapres dan juga elit partai menyadari bahwa koalisi apapun semuanya akan sangat bergantung pada preferensi, daya minat dan arus aspirasi suara rakyat mau kemana. Konsekuensi pemilihan Capres-Cawapres secara langsung bukan tergantung pada mesin partai semata, juga bukan pada legitimasi tokoh ataupun kiai, melainkan pada kebebasan dan kemerdekaan setiap rakyat dari desa sampai perkotaan untuk menentukan hak pilihnya.

"Ketika PDIP menang Pemilu 1999, tak otomatis menangkan Pilpres. Demikian, saat 2004, saat Golkar menangkan Pileg, Capres Golkar gagal," tandas Fuad. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya