Berita

Politik

Peluang Darmin Nasution Jadi Cawapres Jokowi?

SABTU, 17 MEI 2014 | 19:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Jelang pendaftaran pasangan capres dan cawapres, nama mantan Gubernu Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution diusulkan permerhati ekonomi menjadi cawapres Jokowi.

Bagaimana peluang Darmin dibanding nama-nama besar seperti mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, dan nama-nama lain yang tengah digodok internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)?

Pengamat politik dari Charta Politika Arya Fernandes menilai Darmin akan sulit diterima PDIP, termasuk partai-partai yang sudah bergabung dengan poros Moncong Putih. Menurut dia, nama Darmin tidak muncul di Nasdem dan PKB.


"Selain itu, tidak pernah kedua partai itu atau PDIP mengeluarkan atau menyebutkan nama Darmin sebagai kandidat Cawapres. Jadi dalam penerimaan terhadap Darmin akan lemah," kata Arya di Jakarta (Sabtu, 17/5).

Kesulitan lainnya terkait penerimaan publik. Menurut Aria, pertarungan antara Jokowi dengan Prabowo akan ditentukan pula posisi yang menempati cawapres yang bakal diusung. Oleh karenanya posisi pendamping Jokowi harus bisa ikut memperkuat suara.

"Prediksi saya masih akan lemah, karena dalam setahun terakhir itu tingkat pengenalan Darmin itu lemah," pungkasnya.

Sebelumnya, pengamat ekonomi, Aviliani, mengatakan Darmin layak menjadi kandidat calon wakil presiden Jokowi. Darmin dinilai akan menjadi pelengkap peran Jokowi sebagai Presiden.

Aviliani beralasan, mantan Dirjen Pajak itu sebagai sosok yang mahir dalam hal ekonomi, baik makro maupun mikro. Darmin juga dikenal sebagai sosok yang bersih dari korupsi.

Sebelumnya, ekonom Faisal Basri, juga menyodorkan nama Darmin sebagai calon pendamping Jokowi. Menurut Faisal, Darmin layak karena pengalamannya di sektor ekonomi makro. Darmin juga dianggap ahli menggarap sektor riil dan moneter.

Selain itu, kata Faisal, Darmin merupakan sosok yang bersih dan tidak pernah terlibat kasus korupsi.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya