Nama mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution diwacanakan menjadi calon wakil presiden pendamping Jokowi pada saat-saat terakhir menjelang pendaftaran pasangan capres.
Darmin Nasution menambah daftar nama yang santer disebut-sebut layak menjadi pendamping Jokowi, setelah sebelumnya ada nama Ketua KPK Abraham Samad, Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, dan juga Menteri Perindustrian MS Hidayat.
"Sosok Darmin layak mendampingi Jokowi. Darmin adalah orang yang cukup berpengalaman di bidang ekonomi serta memiliki rekam jejak yang jelas," kata pengamat ekonomi Aviliani kepada wartawan (Sabtu, 17/5).
Menurut Aviliani pengalaman Darmin sebagai profesional dapat diandalkan, dibuktikan dengan jabatan Gubernur BI dan Dirjen Pajak yang diembannya. Dari sisi ekonomi, Darmin memiliki pemahaman dan penguasaan yang bagus, sementara dari segi struktural Darmin orang kuat.
Aviliani tidak manfikan pertimbangan yang akan diambil PDIP, terutama Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dalam memutuskan pendamping Jokowi. Tapi, Aviliani berharap keputusan didasarkan pada pertimbangan bahwa tokoh yang mahir dalam hal ekonomi seperti halnya Wakil Presiden Boediono yang perlu dipilih.
Menurutnya, Jokowi dan Darmin bisa saling melengkapi. Sosok Darmin, kata Aviliani, perlu dipertimbangkan karena menurutnya dia orang yang tepat, dan tidak salah kalau dipilih.
"Kita kan butuh dunia internasional, Jokowi enggak dikenal dari sisi ekonomi. Tapi sisi kenyataanya kan dia bagus. Meskipun tetap harus dilihat juga dari sisi politiknya, partai itu nerima atau enggak," tandasnya.
[dem]