Berita

said Aqil Siroj/net

Politik

Said Aqil Siroj: Islam Timur Tengah Harus Belajar ke NU

SABTU, 17 MEI 2014 | 11:57 WIB | LAPORAN:

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi kemasyarakatan berbasis massa Islam terbesar telah genap berusia 91 tahun. Sebuah perjalanan panjang dengan satu tekad yang terus dipupuk, kesetiaan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
"NU turut mengalami pahitnya penjajahan Belanda, dan pedihnya penjajahan Jepang. Alhamdulillah, semuanya dilalui dengan selamat," kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj, dalam sambutannya di acara Tasyakur Hari lagir NU ke 91 di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat malam (16/5).

Sejarah mencatat NU lahir pada tanggal 16 Rajab 1344 H. Sejak di masa penjajahan NU telah memiliki andil dalam perjuangan, salah satunya dengan keterlibatan aktif KH Wachid Hasyim, putra pendiri NU KH Hasyim Asy’ari, dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
 

 
"NU juga terlibat dalam perjuangan merebut kemerdekaan di medan perang. Pemuda Hisbullah adalah yang mampu mengusir tentara sekutu dari tanah Surabaya," tambah Kiai Said.
 
Memasuki masa kemerdekaan hingga perjuangan mempertahankannya di era Orde Lama, NU telah menunjukkan keberpihakannya pada pemerintah, salah satunya ikut berjuang melawan tindakan makar. Memasuki masa Orde Baru sikap NU tidak berubah, meski di saat-saat itulah NU justru mendapatkan tekanan hebat.
 
"Orde Baru adalah kondisi di mana NU mengalami tekanan berat di semua sektor, termasuk dalam pelaksanaan dakwah. Tapi satu yang harus dicatat, di tengah kondisi tekanan hebat dan digiring untuk melakukan tindakan makar, kiai-kiai tidak terpancing dengan terus menyuarakan kesetiaan kepada negara," urai Kiai Said
 
Kiai Said mengatakan kesetiaan NU kepada negara bahkan terus bertambah, salah satunya terwujud dalam keikutsertaan mendorong terjadinya reformasi. 

"Sekarang ini, Alhamdulillah, NU sedikit membaik. NU berperan besar dalam menjaga keutuhan Indonesia, negara yang sangat majemuk. Bahkan kalau boleh berbangga, Islam Timur Tengah harus belajar kepada NU," katanya.
 
Dengan catatan panjang pahit getir di dalamnya, NU mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bersama menjaga keutuhan NKRI. NU juga mengajak meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya laten, di antaranya indikasi kembali tumbuhnya komunisme, yang apabila dibiarkan bisa mengancam negara.
 
"Indonesia adalah milik kita, umat Islam dan penganut agama-agama lain. Kita harus terus mempertahankannya, karena dengan memiliki Tanah Air kita bisa berjuang mengamalkan dan melanggengkan aqidah," demikian Kiai Said. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya